Kapasitas TPST Mitra Brayan Resik Naik, DLH Ajak Warga Pilah Sampah Sejak dari Rumah

Kapasitas TPST Mitra Brayan Resik Naik, DLH Ajak Warga Pilah Sampah Sejak dari Rumah
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mitra Brayan Resik.Selasa (07/07/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mitra Brayan Resik terus meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah sebagai upaya mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Saat ini, volume sampah yang dikelola TPST mencapai sekitar 8 ton per hari, meningkat dari sekitar 5 ton pada awal operasional.

Koordinator Lapangan TPST, Tobiin, saat ditemui di TPST Mitra Brayan Resik belum lama ini, menjelaskan bahwa pada awal pengelolaan, TPST mendapat dukungan dari program Kemitraan dengan melibatkan 20 tenaga kerja serta 5 anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Setelah masa pendampingan berakhir pada September, pengelolaan diambil alih oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan sempat dikelola oleh pihak ketiga. Setelah berjalan selama empat bulan, sejak Januari 2026 pengelolaan kembali berada di bawah DLH.

Bacaan Lainnya

“Pada awalnya kami mengelola sekitar 5 ton sampah per hari. Alhamdulillah, sekarang kapasitasnya sudah meningkat menjadi sekitar 8 ton per hari,” jelasnya.

Dalam proses pengolahan, TPST juga melakukan pemilahan sampah yang memiliki nilai ekonomi. Plastik jenis PP dan HD serta botol minuman dikumpulkan untuk kemudian dijual kepada pengepul. Namun demikian, hasil penjualan masih relatif terbatas dengan volume penjualan sekitar 2 ton setiap bulan.

“Untuk saat ini, plastik PP, HD, dan botol minuman kami tampung lalu dijual. Hasilnya memang belum besar, rata-rata penjualan sekitar 2 ton setiap bulan,” katanya.

Selain pemanfaatan sampah anorganik, TPST juga terus mengembangkan budidaya maggot sebagai salah satu solusi pengolahan sampah organik agar pengelolaan sampah semakin optimal.

Tobiin berharap fasilitas pendukung berupa mesin insinerator dapat kembali dioperasikan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah. Ia juga mengajak masyarakat agar berperan aktif dengan melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.

“Kami berharap mesin insinerator dapat dihidupkan kembali agar pengolahan sampah lebih maksimal, sehingga residu tidak lagi di buang di TPA. Yang tidak kalah penting, masyarakat diharapkan sudah memilah sampah dari rumah masing-masing sehingga proses pengolahan di TPST menjadi lebih mudah dan efektif,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *