Pasca Gangguan Pembangkit, Pasokan Listrik Jawa Tengah Kembali Normal

Pasca Gangguan Pembangkit, Pasokan Listrik Jawa Tengah Kembali Normal
PT PLN (Persero) memastikan kondisi kelistrikan di wilayah Jawa Tengah telah pulih 100 persen pasca gangguan teknis.Kamis (25/06/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – PT PLN (Persero) memastikan kondisi kelistrikan di wilayah Jawa Tengah telah pulih 100 persen pasca gangguan teknis pada salah satu pembangkit swasta yang terjadi pekan lalu. Seluruh sistem kelistrikan kembali beroperasi normal sejak Sabtu malam (20/6/2026) pukul 21.30 WIB.

Dengan pulih dan stabilnya sistem kelistrikan, PLN menegaskan tidak ada lagi pemadaman yang disebabkan keterbatasan pasokan daya. Informasi jadwal manajemen beban yang sebelumnya sempat disampaikan kepada pelanggan juga dinyatakan sudah tidak berlaku.

Bacaan Lainnya

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Tengah, Moh. Sarno, mengungkapkan bahwa keberhasilan pemulihan sistem secara cepat merupakan hasil kerja keras seluruh tim teknis PLN yang didukung oleh pengertian dan kerja sama masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan seluruh pelanggan selama proses penanganan gangguan berlangsung. Ke depan, kami akan terus meningkatkan keandalan infrastruktur agar pelayanan kelistrikan kepada masyarakat semakin andal dan tangguh,” ujarnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (25/6/2026).

Sarno menambahkan, saat ini suplai listrik dari pembangkit milik PLN maupun swasta telah kembali normal dan stabil sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk saat beban puncak.

Meski demikian, apabila pelanggan masih mengalami kendala kelistrikan di lokasi masing-masing, PLN mengimbau untuk segera melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, atau melalui pesan langsung ke media sosial @pln123_official agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Dengan kondisi sistem yang telah pulih sepenuhnya, kami berkomitmen terus menjaga keandalan pasokan listrik guna mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,”tukasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *