Cegah Banjir, Pemkot Pekalongan Bersihkan Sedimentasi Sungai Asem Binatur

Cegah Banjir, Pemkot Pekalongan Bersihkan Sedimentasi Sungai Asem Binatur
Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid Tinjau Sungai Asem Binatur, Kelurahan Medono,Kamis (25/6/2026).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) melaksanakan kegiatan Padat Karya untuk membersihkan sedimentasi dan sampah di Sungai Asem Binatur, Kelurahan Medono. Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, Kamis (25/6/2026).

Wali Kota Aaf mengapresiasi semangat warga, kelurahan, dan berbagai pihak yang terlibat dalam upaya menjaga kebersihan sungai. Menurutnya, kondisi Sungai Asem Binatur saat ini mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, tumpukan sampah, serta tumbuhan liar yang menghambat aliran air.

Bacaan Lainnya

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Penanganan sungai tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tetapi perlu dukungan dan partisipasi warga agar hasilnya lebih optimal,” ujarnya.

Wali Kota Aaf menambahkan, normalisasi sungai perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dukungan anggaran untuk pengangkatan sedimentasi yang telah dibersihkan.

“Kami berharap kolaborasi antara masyarakat, kelurahan, dan OPD terkait dapat terus diperkuat guna mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan menjelaskan, kegiatan padat karya ini dilaksanakan berdasarkan usulan dari Kelurahan Medono untuk membantu normalisasi Sungai Asem Binatur sekaligus memberikan kesempatan kerja sementara bagi warga yang belum bekerja.

“Kami melibatkan 15 warga Kelurahan Medono dan 10 tenaga teknis dari DPUPR serta kelurahan. Kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai 22 hingga 27 Juni 2026,” terangnya.

Menurut Betty, pembersihan dilakukan sepanjang 200 meter, terdiri atas 50 meter ke arah selatan dan 150 meter ke arah utara dari jembatan kelurahan. Dengan dibersihkannya sedimentasi yang cukup tebal, kapasitas tampung air sungai diharapkan meningkat sehingga dapat membantu mengurangi potensi genangan maupun banjir saat musim hujan.

“Harapannya area tangkap air menjadi lebih luas dan aliran sungai kembali lancar. Ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko banjir,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *