KLH Apresiasi Upaya Adaptasi Iklim Kota Pekalongan, Soroti Pentingnya Pemilahan Sampah

KLH Apresiasi Upaya Adaptasi Iklim Kota Pekalongan, Soroti Pentingnya Pemilahan Sampah
Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Franky Zamzani, S.Hut., M.Env.,Senin(29/06/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Franky Zamzani, S.Hut., M.Env., mengapresiasi berbagai inisiatif Kota Pekalongan dalam memperkuat ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Tim Adaptation Fund Kemitraan Indonesia meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mitra Brayan Resik Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kota Pekalongan, Jumat siang (26/6/2026).

Menurut Franky, pelaksanaan Program Adaptation Fund di Kota Pekalongan telah menunjukkan hasil yang baik, mulai dari pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir, rehabilitasi mangrove, hingga pemberdayaan masyarakat melalui urban farming, hidroponik, dan pengembangan ekowisata berbasis komunitas.

Bacaan Lainnya

“Berbagai upaya tersebut dinilai mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim,”ujarnya.

Meski demikian, Franky menilai pengelolaan sampah masih perlu terus ditingkatkan, terutama dalam hal pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga. Ia menjelaskan, pemilahan sejak sumber akan mempermudah proses pengolahan di TPST dan meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah secara keseluruhan.

“Kalau bisa pemilahan sampah sudah dilakukan dari rumah tangga, sehingga ketika sampai di TPST tidak perlu dipilah ulang. Ini akan membuat pengelolaan sampah menjadi lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Franky juga mengapresiasi keberadaan TPST Kuripan Kertoharjo sebagai bentuk komitmen Kota Pekalongan dalam menangani persoalan sampah. Ia berharap upaya tersebut terus diperkuat agar jumlah sampah yang terkelola semakin meningkat dan dapat mendongkrak nilai penilaian Adipura Kota Pekalongan pada tahun mendatang.

“Berbagai inisiatif yang dilakukan sudah sangat baik. Ke depan, pengelolaan sampah perlu terus ditingkatkan agar prestasi Kota Pekalongan, termasuk dalam penilaian Adipura, bisa semakin baik,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *