Pekerjaan Tahap II Pembangunan Gedung MAN 1 Pekalongan Senilai Rp3,18 Miliar ,Pengawas Pastikan Material Sesuai Standar

Proyek pembangunan Gedung Laboratorium dan Perpustakaan Tipe 1 MAN 1 Kota Pekalongan Tahap II.Senin

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Proyek pembangunan Gedung Laboratorium dan Perpustakaan Tipe 1 MAN 1 Kota Pekalongan Tahap II kini telah memasuki pekan ketiga pelaksanaan. Hingga saat ini, progres pekerjaan diklaim berjalan sesuai target bahkan sedikit lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.

Bacaan Lainnya

 

Pelaksana proyek yang akrab disapa Pak Win, saat ditemui di lokasi proyek, Senin (29/6/2026), mengatakan bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung merupakan lanjutan dari pembangunan tahap pertama yang sebelumnya dikerjakan oleh kontraktor berbeda.

“Untuk pekerjaan sekarang sudah menginjak minggu ketiga. Ini merupakan pembangunan tahap kedua, sedangkan tahap pertama bukan kami yang mengerjakan, melainkan CV lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gedung yang dibangun nantinya akan memiliki tiga lantai. Pada tahap pertama, pekerjaan difokuskan pada pembangunan struktur utama gedung, meliputi pondasi, pengecoran lantai, dan struktur bangunan.

“Sementara pada tahap kedua ini, pekerjaan sudah masuk pemasangan dinding bata yang dimulai dari lantai dua. Proyek ini merupakan hasil lelang dengan sumber anggaran dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Konsultan Pengawas dari CV Seno, Soba, mengatakan pihaknya melakukan pengawasan setiap hari untuk memastikan seluruh pekerjaan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

“Saya setiap hari berada di lokasi. Progres pekerjaan sejauh ini masih lebih cepat dari target. Pekerjaan sudah berjalan dua minggu dan sekarang memasuki minggu ketiga,” katanya.

Menurutnya, saat ini pekerjaan pengecoran masih dilakukan pada bagian kolom praktis. Ia menegaskan bahwa seluruh material yang digunakan harus memenuhi standar kualitas, termasuk penggunaan pasir.

“Untuk pengecoran kami mewajibkan menggunakan pasir Muntilan. Kalau bukan pasir Muntilan, kami tolak. Di Kota Pekalongan memang spesifikasinya harus menggunakan pasir Muntilan, baik untuk pengecoran maupun pasangan bata,” tegasnya.

Selain itu, material bata yang digunakan juga harus memenuhi standar mutu. Bata yang dipakai merupakan bata pres dengan spesifikasi dari produsen lokal maupun Purwodadi.

“Yang penting kualitas batanya bagus, keras, dan tidak mudah pecah. Kalau banyak yang pecah atau mudah ambrol, pasti kami tolak,” tambahnya.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Pembangunan Gedung Laboratorium dan Perpustakaan Tipe 1 MAN 1 Kota Pekalongan (Tahap II) dengan Nomor SPK 10852/Kw.11.2/3Ks.01.7/06/2026 tertanggal 11 Juni 2026.

Proyek ini didanai melalui APBN 2026 yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender. Nilai kontrak pekerjaan tercatat sebesar Rp3.182.107.000 dan dikerjakan oleh CV Asoka yang beralamat di Jalan Pekuncen RT 01 RW 06, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *