PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, pelaku usaha dituntut untuk mampu beradaptasi dengan strategi pemasaran digital agar tetap kompetitif dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Menjawab kebutuhan tersebut, Kemitraan melalui Program Adaptation Fund Pekalongan menggelar pelatihan digital marketing bagi para pembatik dan pengusaha batik lokal di Hotel Aston Kota Pekalongan, pada Selasa-Rabu, 2-3 Juni 2026.
Tim Leader Adaptation Fund Pekalongan, Arif Mahmudi, menjelaskan bahwa pemasaran konvensional saat ini tidak lagi cukup untuk mendukung keberlanjutan usaha. Menurutnya, pelaku UMKM perlu memanfaatkan berbagai platform digital sebagai sarana promosi dan pemasaran agar mampu bersaing di tengah perkembangan pasar yang semakin dinamis.
“Berdasarkan hasil pemetaan yang kami lakukan, sebagian besar pengrajin batik dampingan Kemitraan sebenarnya sudah mengenal dan menggunakan media digital. Namun, mereka masih menghadapi tantangan dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif, serta membuat konten promosi yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Arif.
Melalui pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek pemasaran digital, mulai dari teknik promosi melalui platform digital, pengelolaan media sosial, hingga pembuatan konten kreatif yang mampu menarik minat konsumen. Materi disusun secara praktis agar dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usaha masing-masing.
Arif menambahkan, peningkatan kapasitas digital menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat daya saing produk batik ekologis. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, produk-produk lokal diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat regional, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat membantu para pengrajin memasarkan produknya secara lebih optimal, meningkatkan nilai jual produk, serta memperluas jaringan pelanggan.
“Harapannya, para pengrajin batik ekologis dapat semakin percaya diri memanfaatkan media digital untuk mempromosikan produknya. Dengan demikian, pasar batik ekologis dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan pelaku usaha lokal,” pungkasnya.





