PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mulai melaksanakan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis sebagai langkah strategis untuk mencegah penularan penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan. Program ini dinilai penting karena perlindungan terhadap nakes secara langsung berdampak pada keselamatan pasien dan masyarakat luas.
Programmer Imunisasi Dinkes, Samsiyah Ratnawati saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (29/4/2026) mengatakan bahwa vaksinasi dilaksanakan pada telah 20–21 April di RSUD Bendan dengan sasaran utama tenaga medis, tenaga kesehatan dan intership yang memiliki intensitas kontak tinggi dengan pasien.
Sebanyak 455 tenaga kesehatan di RSUD Bendan menjadi target dalam pelaksanaan vaksinasi tahap ini. Adapun kriteria sasaran meliputi tenaga medis dan tenaga kesehatan di rumah sakit pemerintah yang belum pernah mendapatkan imunisasi Measles-Rubella (MR) atau baru menerima satu dosis sepanjang hidupnya.
Pihaknya menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan melindungi individu tenaga kesehatan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan campak di lingkungan layanan kesehatan.
“Jika petugas kesehatan sudah memiliki kekebalan, maka mereka tidak akan mudah tertular maupun menularkan kepada pasien. Ini menjadi kunci dalam melindungi masyarakat, terutama pasien yang rentan,” tandasnya.
Ia menuturkan bahwa pelaksanaan vaksinasi masih menghadapi kendala teknis, terutama terkait sistem kerja shift tenaga kesehatan. Jadwal vaksinasi yang dilakukan pada pagi hingga siang hari menyebabkan belum seluruh sasaran dapat terjangkau.
“Kami akan mengintensifkan pelaksanaan ke depan agar seluruh tenaga kesehatan yang menjadi sasaran bisa mendapatkan vaksin,” tuturnya.
Saat ini, vaksinasi campak masih difokuskan pada tenaga kesehatan di rumah sakit pemerintah. Tenaga kesehatan di puskesmas belum masuk dalam sasaran, sementara untuk rumah sakit swasta masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan.
Lebih lanjut, di sisi lain, vaksinasi untuk masyarakat umum juga belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan kesiapan vaksin. Dinkes memprioritaskan kelompok berisiko tinggi terlebih dahulu, mengingat adanya kasus campak berat hingga kematian yang terjadi di lingkungan rumah sakit.
Melalui program ini, ia berharap dapat meningkatkan derajat kesehatan tenaga kesehatan sekaligus menciptakan perlindungan berlapis bagi masyarakat.
“Ketika tenaga kesehatan sehat dan terlindungi, maka mereka bisa memberikan pelayanan optimal tanpa risiko menularkan penyakit. Ini bagian dari upaya kita menjaga keselamatan bersama,” tukasnya





