Pendapatan Parkir Kota Pekalongan Jadi Sorotan, QRIS Dinilai Kurangi Kebocoran

Pendapatan Parkir Kota Pekalongan Jadi Sorotan, QRIS Dinilai Kurangi Kebocoran
Foto Ilustrasi.Sabtu (23/05/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN, – Ketua Robinhood 23, Arif, menyoroti pentingnya transparansi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Pekalongan, khususnya pada sektor perparkiran yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

Sorotan tersebut muncul menyusul capaian pendapatan parkir Kota Pekalongan yang disebut mencapai Rp447 juta serta upaya Dinas Perhubungan (Dishub) dalam mengembangkan sistem pembayaran non tunai melalui QRIS.

Bacaan Lainnya

Arif menyatakan pihaknya mendukung penerapan sistem QRIS karena dinilai dapat meminimalisasi potensi kebocoran pendapatan parkir.

“Terkait program QRIS, kami mendukung karena secara logika dapat mengurangi kebocoran. Saat ini kami juga sedang melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait,” kata Arif, Sabtu (23/5/2026).

Menurut dia, sistem pembayaran digital dapat menjadi langkah positif dalam meningkatkan transparansi pengelolaan parkir sekaligus memaksimalkan pemasukan daerah.

Namun demikian, Arif menegaskan apabila nantinya ditemukan dugaan kebocoran dalam pengelolaan parkir, pihaknya tidak akan ragu melaporkannya kepada aparat penegak hukum (APH).“Bila ada dugaan kebocoran, kami akan laporkan langsung ke APH,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut aktif mengawasi pengelolaan parkir di lapangan apabila menemukan adanya dugaan penyimpangan oleh oknum tertentu.

Selain itu, Arif turut menyampaikan terima kasih kepada para juru parkir yang selama ini membantu menjaga kendaraan masyarakat.“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para juru parkir yang selalu menjaga kendaraan kita,” ucapnya.

Robinhood 23 mengaku saat ini tengah melakukan investigasi di sejumlah titik parkir di Kota Pekalongan guna memastikan sistem pengelolaan berjalan sesuai ketentuan.

“Semoga penerapan QRIS berjalan sesuai rencana. Kami juga sedang melakukan investigasi di beberapa titik,” tambahnya.

Sementara itu, penerapan sistem pembayaran parkir berbasis QRIS diharapkan mampu meningkatkan transparansi serta optimalisasi PAD Kota Pekalongan dari sektor perparkiran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *