SMPN 1 Wonokerto Gelar Perpisahan Penuh Makna, Pelepasan Merpati Jadi Simbol Raih Cita-Cita

SMPN 1 Wonokerto Gelar Perpisahan Penuh Makna, Pelepasan Merpati Jadi Simbol Raih Cita-Cita
Halaman SMP Negeri 1 Wonokerto, Desa Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (23/5/2026).

PANTURA24.COM,PEKALONGAN – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti halaman SMP Negeri 1 Wonokerto, Desa Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (23/5/2026).

Bacaan Lainnya

Ratusan siswa kelas IX resmi dilepas dalam acara perpisahan bertema “Melangkah Bersama Merajut Asa Menuju Masa Depan yang Gemilang”. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan tiga tahun penuh cerita, perjuangan, dan pembentukan karakter para siswa sebelum melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Tangis haru, senyum bahagia, hingga pelukan hangat antara siswa, guru, dan orang tua mewarnai prosesi pelepasan. Bagi para siswa, hari itu bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan titik awal untuk mengejar mimpi dan masa depan yang lebih cerah.

Kepala SMP Negeri 1 Wonokerto, Basuki S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas capaian para siswa tahun ini. Sebanyak 159 siswa dinyatakan lulus 100 persen. Tidak hanya itu, prestasi akademik sekolah juga menunjukkan hasil membanggakan.

“Alhamdulillah seluruh siswa kelas IX lulus semua. Hasil Tes Kemampuan Akademik juga sangat baik. Bahkan pada try out tingkat kabupaten untuk mata pelajaran Matematika, SMPN 1 Wonokerto berhasil meraih peringkat kedua dari seluruh SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya usai kegiatan.

Menurut Basuki, capaian tersebut menjadi bekal penting bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah favorit yang mereka impikan. Ia berharap seluruh lulusan mampu menjaga semangat belajar dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.

“Teruslah belajar dan jangan pernah pantang mundur demi masa depan yang gemilang. Kami semua guru akan selalu mendoakan agar anak-anak sukses meraih mimpi yang diharapkan,” pesannya penuh haru.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari panitia, komite sekolah, wali murid, masyarakat, hingga media yang turut hadir meliput acara.

Perpisahan tahun ini terasa semakin istimewa dengan hadirnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid S.I.P., M.M., beserta jajaran, tokoh masyarakat, komite sekolah, dan para wali murid. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kemajuan pendidikan di wilayah Wonokerto.

Dalam sambutannya, Kholid mengapresiasi semangat kebersamaan yang terbangun selama proses pendidikan di SMPN 1 Wonokerto. Ia menilai, keberhasilan siswa tidak lepas dari kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“Ini adalah semangat gotong royong dan kebersamaan yang sudah terbangun selama tiga tahun. Prosesi pelepasan merpati yang dilakukan hari ini menjadi simbol agar anak-anak dapat terbang tinggi meraih cita-cita dan membawa nama baik Kabupaten Pekalongan, khususnya Wonokerto,” tuturnya.

Ia pun menegaskan pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pekalongan.

“Anak-anakku semua harus terus melanjutkan pendidikan. Saya yakin generasi muda Kabupaten Pekalongan akan menjadi generasi yang membanggakan dan mampu membawa daerah ini semakin maju,” tegasnya.

Nuansa budaya Jawa turut menjadi daya tarik dalam acara tersebut. Para siswa dan guru tampil anggun mengenakan beskap dan kebaya, mencerminkan kecintaan terhadap budaya lokal yang tetap dijaga di tengah perkembangan zaman.

Ketua panitia kegiatan, Chusnul Chotimah, mengatakan bahwa konsep budaya Jawa sengaja diangkat agar para siswa tidak melupakan identitas dan warisan budaya leluhur.

“Kami ingin anak-anak tetap mencintai budaya Jawa. Karena itu seluruh konsep acara dibuat bernuansa tradisional. Pelepasan merpati juga menjadi simbol harapan agar cita-cita mereka bisa terbang setinggi langit dan tercapai di masa depan,” jelasnya.

Di penghujung acara, suasana semakin emosional ketika para siswa berpamitan kepada guru-guru yang selama ini mendampingi perjalanan mereka. Isak tangis pecah saat lagu perpisahan diperdengarkan, seolah menjadi penutup dari ribuan kenangan yang telah terukir selama tiga tahun terakhir.

Meski perpisahan menjadi akhir dari masa belajar di SMPN 1 Wonokerto, semangat dan impian para siswa justru baru dimulai. Dengan langkah penuh harapan, mereka kini bersiap menapaki perjalanan baru menuju SMA maupun SMK pilihan, membawa doa dan pesan dari para guru untuk selalu menjaga nama baik almamater.

“Jaga nama baik sekolah. Kalian adalah alumni SMP Negeri 1 Wonokerto. Semoga sukses selalu,” pesan para guru mengakhiri prosesi pelepasan yang berlangsung penuh makna tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *