Dekopinda Kota Pekalongan Tancap Gas, Siapkan Strategi Cegah Gagal Bayar Koperasi

Dekopinda Kota Pekalongan Tancap Gas, Siapkan Strategi Cegah Gagal Bayar Koperasi
Dekopinda Kota Pekalongan masa bakti 2026–2030.Jumaat (24/04/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Usai dilantik untuk masa bakti 2026–2030, jajaran Pengurus Dekopinda Kota Pekalongan bergegas menyiapkan langkah strategis guna memperkuat tata kelola koperasi sekaligus mencegah terulangnya permasalahan gagal bayar yang selama ini meresahkan masyarakat.

Hal ini disambut Ketua Dekopinda Kota Pekalongan yang baru, H. Basir. Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh, melibatkan unsur penasehat, pakar, hingga berbagai lembaga terkait.

Bacaan Lainnya

“Kami akan merapatkan seluruh elemen agar Dekopinda benar-benar hadir dan bermanfaat bagi masyarakat serta 183 koperasi yang ada di Kota Pekalongan,” jelasnya.

Salah satu program unggulan yang akan dijalankan adalah “Ngaji Koperasi”, sebuah forum edukasi dan diskusi yang digelar setiap dua bulan sekali. Program ini telah langsung dimulai pasca pelantikan dengan menghadirkan M. Andy Arslan Djunaid sebagai narasumber utama.

Melalui program ini, berbagai persoalan koperasi dapat dideteksi lebih dini dan dikonsultasikan bersama, sehingga solusi dapat ditemukan sebelum masalah berkembang menjadi krisis.

“Selama ini sering muncul kasus mendadak, terutama saat Lebaran, koperasi tidak mampu membayar simpanan anggota. Ke depan, melalui forum ini kita bisa melakukan antisipasi lebih awal agar tidak terjadi gagal bayar lagi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, lembaga pendidikan, serta Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM untuk menciptakan sistem pengawasan dan pembinaan yang lebih terintegrasi.

Langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota Pekalongan yang menekankan pentingnya mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sebagai pilar utama ekonomi rakyat.

Dengan pendekatan tersebut, Dekopinda optimistis koperasi di Kota Pekalongan dapat tumbuh lebih sehat, transparan, dan berdaya saing, sekaligus benar-benar menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *