PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Upaya penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Degayu, Kota Pekalongan, terus dilakukan secara intensif. Petugas gabungan dari Satpol PP Damkar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan berjibaku melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi meluasnya titik api yang kembali muncul pada Kamis (5/11/2026) malam hingga Jumat (6/11/2026) pagi.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Damkar Kota Pekalongan, Kukuh Adi Sri Satyanto, menjelaskan bahwa, laporan kebakaran diterima dari pihak DLH sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas segera bergerak melakukan pemadaman hingga sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, sekitar pukul 06.00 WIB, titik api kembali muncul sehingga penanganan dilanjutkan.
“Semalam sekitar jam 10-an ada timbunan api. Dari pihak DLH menghubungi kami, kemudian kami melakukan pemadaman sampai sekitar jam 4 pagi. Tadi sekitar jam 6 lebih muncul lagi,” terang Kukuh saat dikonfirmasi pada Jum’at (6/11/2026).
Menurutnya, munculnya kembali api diduga berasal dari bara yang masih tersimpan di bagian dalam timbunan sampah dan belum sepenuhnya padam. Kondisi tersebut menyebabkan panas kembali memicu kebakaran, meskipun api di permukaan sebelumnya telah berhasil dikendalikan.
Ia menerangkan, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai satu hektare, terutama di sisi timur hingga utara TPA Degayu. Sebagian titik api berada di area bekas kebakaran sebelumnya dan merembet ke bagian lainnya.
“Untuk mempercepat penanganan, Damkar mengerahkan dua unit mobil pemadam dengan dukungan BPBD serta DLH yang menyiapkan dua unit tangki air. Penanganan juga diperkuat dengan bantuan pompa dan selang dari PLN UP3 Pekalongan,”jelasnya.
Selain dukungan personel dan armada, kata Kukuh, upaya pemadaman kini turut diperkuat dengan peralatan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup yang telah diterima DLH dan mulai dioperasikan. Peralatan tersebut dirancang untuk menjangkau bagian dalam timbunan sampah sehingga proses penyiraman diharapkan lebih efektif dalam mendinginkan sumber panas dan mencegah bara api kembali menyala.
“Alatnya bisa masuk ke timbunan sampah, jadi harapannya air bisa masuk sampai ke dalam,” ungkapnya.
Kukuh menambahkan, meskipun api telah berhasil dipadamkan sebelum waktu salat Jumat, kewaspadaan tetap menjadi prioritas. Petugas terus melakukan pemantauan bersama DLH untuk memastikan tidak ada titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Lanjutnya, koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila ditemukan indikasi munculnya api kembali.
“Kami akan monitor lagi dan koordinasi dengan DLH. Apabila nanti terjadi timbunan api lagi, kami segera meluncur. Dengan kesiapsiagaan petugas gabungan, dukungan sarana prasarana, serta pemantauan berkelanjutan, penanganan kebakaran di TPA Degayu diharapkan dapat berjalan optimal sehingga potensi kebakaran berulang maupun meluas dapat diantisipasi sedini mungkin,”pungkasnya.





