PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Kota Pekalongan berhasil meraih apresiasi dalam penilaian Posyandu tingkat Provinsi Jawa Tengah. Tim Pembina Posyandu Kota Pekalongan meraih juara III, sementara TP Posyandu Kecamatan Pekalongan Selatan berhasil memperoleh juara II pada kategori kecamatan.
Capaian tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen dan dedikasi jajaran TP Posyandu bersama para kader dalam mengembangkan pelayanan Posyandu yang semakin luas dan terintegrasi melalui penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Hal ini disampaikan Ketua TP Posyandu Kota Pekalongan, Inggit Soraya pada kegiatan pelatihan kader posyandu 6 SPM, di Labkesda setempat, Selasa (3/11/2026). Ia mengungkapkan, penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan utama, melainkan hasil dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Sebetulnya kami tidak menargetkan penghargaan. Target utama kami adalah bagaimana masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah melalui Posyandu. Ketika ada permasalahan di wilayahnya, masyarakat tidak merasa sendiri karena ada pihak yang membantu mencarikan solusi,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara kader, TP Posyandu di berbagai tingkatan, pemerintah, serta OPD terkait. Sebab, penerapan enam SPM membutuhkan keterlibatan lintas sektor agar berbagai persoalan masyarakat dapat ditangani secara lebih menyeluruh.
Dalam penilaian tingkat Provinsi Jawa Tengah, Kota Surakarta meraih juara I, Kota Magelang juara II, dan Kota Pekalongan juara III. Sementara itu, Kecamatan Pekalongan Selatan turut mengharumkan nama daerah dengan meraih juara II pada kategori kecamatan.
Ketua TP Posyandu Kecamatan Pekalongan Selatan, Silvi Yunita mengatakan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut penghargaan itu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelaksanaan Posyandu 6 SPM di wilayahnya.
“Alhamdulillah, kami bersyukur mendapatkan nominasi terbaik kedua tingkat Jawa Tengah. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menggerakkan dan meningkatkan pelaksanaan Posyandu 6 SPM, khususnya di Kecamatan Pekalongan Selatan,” katanya.
Ia menjelaskan, penilaian dilakukan berdasarkan indikator dari enam bidang SPM, termasuk berbagai inovasi pelayanan yang dikembangkan. Di antaranya Sonjo atau kunjungan kepada keluarga dengan anak stunting, sambangan PAUD, serta Jaring AUD untuk mendorong anak usia dini mendapatkan akses pendidikan PAUD.
Ke depan, capaian tersebut diharapkan dapat memacu seluruh jajaran Posyandu di Kota Pekalongan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan. Pemerintah kota juga mendorong agar prestasi serupa dapat diraih hingga tingkat kelurahan, bahkan nasional.
Penghargaan ini sekaligus menjadi penyemangat bagi seluruh kader untuk terus memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga mencakup berbagai kebutuhan dasar masyarakat.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, bersama Ketua TP Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Nawal Yasin, dalam agenda Rapat Koordinasi Sinkronisasi dan Keterpaduan Perencanaan Program/Kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (2/11/2026).




