PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan terus memperkuat penerapan deep learning atau pembelajaran mendalam di sekolah sebagai bagian dari upaya mempersiapkan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Penguatan dilakukan secara bertahap mulai jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepala Dindik Kota Pekalongan, Mabruri, mengatakan Dindik tengah memperkuat kompetensi guru, khususnya guru Matematika SMP dan guru kelas 6 SD, melalui pelatihan penyusunan soal dan persiapan menghadapi TKA.
“Guru-guru ini terlebih dahulu dilatih agar memahami karakter soal TKA. Nantinya, mereka juga akan memberdayakan dan melatih teman-teman guru lainnya,” ujar Mabruri.
Menurutnya, penerapan deep learning diarahkan untuk membangun kemampuan siswa dalam berpikir kritis, memahami persoalan secara menyeluruh, serta berpikir lebih luas. Hal ini penting karena soal TKA dapat memiliki stem atau pengantar yang cukup panjang sehingga membutuhkan konsentrasi dan kemampuan memahami informasi sebelum menentukan jawaban.
Selain penguatan akademik, Dindik juga mendorong pelaksanaan try out berbasis komputer. Langkah ini untuk membiasakan siswa dengan sistem ujian sekaligus meningkatkan keterampilan dalam menggunakan perangkat komputer, seperti melakukan scroll dan mengoperasikan kursor.
“Yang memengaruhi nilai itu tidak hanya kemampuan akademis, tetapi juga keterampilan anak menggunakan komputer karena tesnya berbasis komputer,” jelasnya.
Mabruri menambahkan, penguatan pembelajaran mendalam tidak hanya diberikan kepada siswa kelas 6 dan jenjang SMP. Guru kelas 1 hingga 5 SD serta guru kelas 7 dan 8 juga mulai diarahkan menerapkan pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan penyusunan soal yang mengacu pada karakter soal TKA.
Di tingkat sekolah, strategi pendampingan siswa juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Sejumlah sekolah menerapkan tutor sebaya, jam tambahan pembelajaran, hingga memberikan ruang bagi siswa mengikuti bimbingan belajar dengan tetap menyesuaikan jadwal kegiatan sekolah.
“Semua jalur kita dorong, kita berikan kesempatan yang maksimal. Harapannya anak-anak dipersiapkan sejak awal, sehingga lebih siap menghadapi TKA maupun tantangan pembelajaran ke depan,” pungkasnya.





