PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Pekalongan memperkuat kolaborasi dengan kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan dalam memperluas literasi dan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja informal dan masyarakat yang belum terlindungi.
Kepala BPJamsostek Cabang Pekalongan, Widhi Astri Aprillia Nia, mengatakan kolaborasi tersebut melibatkan mahasiswa KKN UIN Gus Dur sebagai agen edukasi yang memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus membantu proses pendaftaran peserta.
“Mahasiswa KKN dapat mengambil peran aktif sebagai agen edukasi dengan mengajak masyarakat memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan hingga akhirnya menjadi peserta dan memperoleh perlindungan,” ujarnya, Rabu (23/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UIN Gus Dur periode 15 Juli-19 September 2026 telah membantu mengedukasi masyarakat dan mendorong pendaftaran kepesertaan. Dari program tersebut, sekitar 600 peserta telah aktif, sementara total data yang masuk mencapai sekitar 700 calon peserta.
Widhi menambahkan, kolaborasi dengan UIN Gus Dur diharapkan terus berkembang dan dapat menjangkau lebih banyak pekerja informal.
“Perlindungan jaminan sosial tidak hanya memberikan manfaat ketika risiko terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membantu peserta dan keluarga penerima manfaat untuk kembali bangkit dan memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan,”ungkapnya.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Gus Dur Pekalongan, Samsul Bahri, menjelaskan bahwa program tersebut juga dikembangkan melalui inisiatif Eco Masjid dan sedekah sampah. Hasil pengelolaan sedekah sampah dapat dimanfaatkan untuk mendukung jaminan sosial bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat.
“Mahasiswa tidak hanya melakukan edukasi, tetapi juga membantu pendaftaran, terutama bagi pekerja nonformal agar mengetahui manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan,” jelasnya.
Selain memperluas kepesertaan masyarakat, kerja sama tersebut juga memberikan perlindungan kepada mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Salah satunya ditunjukkan melalui penyerahan manfaat Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris almarhumah Aditya Dina Muhajiroh, mahasiswi Tadris Bahasa Inggris UIN Gus Dur yang mengalami kecelakaan dan meninggal dunia saat melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada 20 Juli 2026 lalu ,”tutupnya.





