PANTURA24.COM,PEKALONGAN – Seorang remaja berusia 15 tahun tewas setelah menjadi korban pengeroyokan massa di wilayah Pekajangan-Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Tiga remaja lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (9/10) dini hari. Video amatir yang beredar di sejumlah platform media sosial memperlihatkan beberapa remaja tergeletak dengan kondisi berlumuran darah setelah insiden yang melibatkan massa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keempat remaja tersebut sebelumnya melaju dari arah utara dengan kecepatan tinggi. Mereka diduga menabrak tiang listrik beton dan sebuah gerobak di lokasi kejadian.
Insiden itu kemudian memicu kemarahan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi. Keempat remaja tersebut diduga merupakan anggota geng motor atau kelompok gangster yang disebut meresahkan masyarakat. Mereka kemudian menjadi sasaran pengeroyokan massa.
Salah satu korban berinisial RB (15), warga Pringrejo, Kota Pekalongan, meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, tiga korban lainnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Tim medis RSI Pekajangan, dr. Safira Riskiyana, mengatakan korban meninggal dunia mengalami sejumlah luka akibat benda tumpul. Pemeriksaan medis menunjukkan adanya retak pada bagian tengkorak kepala korban.
Sementara itu, satu korban lainnya dilaporkan mengalami penurunan kondisi dan cenderung kritis saat menjalani perawatan di ruang instalasi gawat darurat (IGD). Dua korban lainnya juga mendapatkan penanganan medis di RSI Pekajangan dan RSUD Kajen.
Pihak keluarga korban berharap aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk mengungkap penyebab pasti kematian RB yang diketahui merupakan siswa SMP Negeri 15 Kota Pekalongan.
Polisi masih mendalami peristiwa tersebut. Rencana autopsi terhadap jenazah korban juga disebut akan dilakukan untuk membantu memastikan penyebab kematian.
Hingga kini, penyebab pasti rangkaian kejadian, termasuk dugaan pengeroyokan dan peran masing-masing pihak, masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.





