PANTURA24.COM,PEKALONGAN – Dua unit alat berat jenis excavator ditemukan di dekat aliran Sungai Welo, tepatnya di sebelah selatan Kantor Balai Desa Kalimojosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jumat (9/10/2026). Keberadaan alat berat tersebut memunculkan pertanyaan mengenai aktivitas di kawasan sungai, terutama terkait kemungkinan pengambilan material dan dampaknya terhadap lingkungan.
Temuan tersebut menjadi perhatian setelah sebelumnya dilakukan peninjauan oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPU SDA Taru) Provinsi Jawa Tengah melalui Kelompok Pengelola Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Wilayah Kupang Pekalongan pada Selasa (6/10/2026).
Berdasarkan informasi hasil peninjauan tersebut, di wilayah Kalimojosari ditemukan dua unit excavator yang saat itu dilaporkan tidak beroperasi. Namun, hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai peruntukan alat berat tersebut maupun aktivitas yang berkaitan dengan keberadaannya di sekitar aliran Sungai Welo.
Keberadaan excavator di kawasan sungai pun menimbulkan perhatian, mengingat aktivitas penggunaan alat berat di sekitar aliran sungai perlu mendapat pengawasan agar tidak menimbulkan dampak terhadap kondisi lingkungan dan fungsi sungai.
Sungai Welo sendiri merupakan salah satu aliran sungai di Kabupaten Pekalongan yang perlu mendapat perhatian, terutama saat curah hujan tinggi dan debit air meningkat. Pengelolaan kawasan sungai secara hati-hati menjadi penting untuk menjaga kestabilan aliran air serta mengurangi risiko yang dapat mengancam wilayah di sekitarnya.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Pada Januari 2026 lalu, banjir akibat luapan Sungai Welo di Kabupaten Pekalongan sempat merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Kedungwuni. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa kondisi sungai, daya tampung aliran, serta pengelolaan kawasan di sekitarnya perlu diperhatikan secara serius.
Apabila terdapat aktivitas pengambilan material berupa batu dan tanah dari aliran sungai, pelaksanaannya perlu dipastikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta didukung kajian teknis dan pengawasan yang memadai. Pengambilan material tanpa pengelolaan yang tepat dikhawatirkan dapat mengubah kondisi dasar sungai, memengaruhi kestabilan tebing, dan berdampak terhadap pola aliran air.
Masyarakat berharap instansi terkait dapat melakukan pengecekan dan memberikan penjelasan mengenai keberadaan alat berat tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kondisi di sekitar Sungai Welo tetap terpantau serta mencegah potensi dampak lingkungan yang dapat merugikan masyarakat.
Kejelasan mengenai aktivitas di kawasan sungai menjadi hal penting, bukan hanya untuk menjawab pertanyaan publik, tetapi juga untuk memastikan pengelolaan sumber daya air dilakukan secara bertanggung jawab, dengan tetap memperhatikan keselamatan lingkungan dan masyarakat di sekitar aliran Sungai Welo.





