Cegah Risiko Bencana, Rutan Pekalongan Latih Pegawai Tangani Keadaan Darurat

Cegah Risiko Bencana, Rutan Pekalongan Latih Pegawai Tangani Keadaan Darurat
Pelatihan dan simulasi penanganan tanggap darurat bersama Satpol Damkar Kota Pekalongan,Senin (14/9/2026).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN Rutan Kelas IIA Pekalongan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat melalui pelatihan dan simulasi penanganan tanggap darurat bersama Satpol Damkar Kota Pekalongan, Kamis (10/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di area brandgang tersebut diikuti Kepala Rutan Pekalongan, jajaran pegawai, serta peserta Maganghub.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pembekalan sekaligus praktik langsung mengenai penanganan potensi bahaya, mulai dari ancaman keberadaan ular, antisipasi dan penanggulangan kebocoran gas, hingga teknik pemadaman kebakaran.

Bacaan Lainnya

Pada simulasi pemadaman api, peserta diperkenalkan dengan dua metode, yakni metode tradisional menggunakan kain atau karung basah serta metode modern menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan personel agar mampu bertindak cepat, tepat, dan tetap tenang ketika menghadapi kondisi darurat.

Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, mengatakan kesiapsiagaan terhadap bencana dan potensi bahaya kebakaran menjadi kemampuan penting yang harus dikuasai seluruh personel di lingkungan Rutan.

“Melalui simulasi bersama Tim Damkarmat ini, kami ingin memastikan para pegawai maupun peserta magang memiliki refleks yang cepat, tepat, dan tenang saat menghadapi situasi darurat demi menjaga keamanan serta keselamatan di lingkungan Rutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Informasi Satpol PP Damkar Kota Pekalongan, Falentino Eka Laksana Putra atau akrab disapa Eka, menyampaikan bahwa pelatihan semacam ini penting untuk membangun kesiapsiagaan sejak dini, khususnya di lingkungan yang memiliki aktivitas dan jumlah penghuni cukup banyak.

“Edukasi dan simulasi ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman serta keterampilan menghadapi potensi bahaya. Harapannya, seluruh personel dapat mengetahui langkah awal yang tepat ketika terjadi keadaan darurat, sehingga risiko dapat diminimalkan dan keselamatan bersama dapat lebih terjamin,” tutur Eka.

Petugas lapangan Tim Damkar Kota Pekalongan, Yudha Wijaya, menambahkan bahwa ketenangan dan pemahaman terhadap prosedur menjadi kunci dalam menangani berbagai situasi darurat, termasuk kebakaran maupun kebocoran gas.

“Melalui sinergi antara Rutan Kelas IIA Pekalongan dan Damkar Kota Pekalongan, diharapkan kesiapsiagaan personel terus diperkuat guna mendukung terciptanya lingkungan kerja dan pembinaan yang aman, kondusif, serta tanggap terhadap potensi bencana,” tukasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *