PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Orang tua salah satu korban dalam peristiwa kejar-kejaran yang berujung kecelakaan di sekitar Jembatan Setembok, Krapyak Lor, Kota Pekalongan, buka suara. Ia mengaku kecewa karena hingga kini pihak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut belum seluruhnya diamankan.
Diketahui, dua remaja ditemukan warga dalam kondisi mengalami luka parah di sekitar Jembatan Setembok pada Senin (7/9) malam. Keduanya kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Budi Rahayu untuk mendapatkan penanganan medis.Jumaat (11/09/2026).
Salah Satu Orang tua korban berinisial PR (45), warga Kota Pekalongan, mengapresiasi respons anggota Polres Pekalongan Kota yang sedang bertugas pada malam kejadian.
“Saya mengapresiasi anggota Polres Pekalongan Kota yang saat itu sedang menjaga malam. Begitu ada kejadian, anggota langsung datang ke lokasi,” kata PR.
Namun, PR menyayangkan proses penanganan perkara yang dinilainya berjalan lambat, khususnya terkait upaya menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Kami menyayangkan proses dalam menangkap pelaku lama. Padahal prosesnya jelas, pengaduan langsung, laporan polisi (LP), kemudian para pelaku ditangkap. Ini sangat lambat dalam menangani perkara,” ujarnya.
PR mengatakan pihak keluarga merasa kecewa dengan proses penanganan perkara tersebut. Menurutnya, keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap kejadian dan mengamankan para pelaku.
“Kami sebagai orang tua merasa kecewa terhadap Polres Pekalongan Kota dalam perkara ini,” tegasnya.
PR juga mengungkapkan pihak keluarga telah menyampaikan laporan atau pengaduan kepada institusi yang lebih tinggi terkait penanganan perkara tersebut.
“Kami juga sudah melaporkan ke pihak lebih tinggi, ke Propam Mabes Polri, dengan tembusan Polda Jateng dan Paminal. Semoga para pelaku bisa tertangkap,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/9) malam. Warga yang mengetahui kejadian langsung memberikan pertolongan kepada dua korban yang ditemukan dalam kondisi luka parah.
Kedua korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Budi Rahayu untuk mendapatkan perawatan medis.
Adapun sekelompok remaja yang disebut-sebut mengejar korban dilaporkan langsung meninggalkan lokasi setelah kejadian.





