Kota Pekalongan Dinilai Tak Baik-baik Saja, LSM Robin Hood 23 Akan Surati Kapolri

Kota Pekalongan Dinilai Tak Baik-baik Saja, LSM Robin Hood 23 Akan Surati Kapolri
Dua orang remaja ditemukan warga dalam kondisi mengalami luka parah di sekitar Jembatan Setembok, Krapyak Lor, Kota Pekalongan.Rabu (09/09/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Dua orang remaja ditemukan warga dalam kondisi mengalami luka parah di sekitar Jembatan Setembok, Krapyak Lor, Kota Pekalongan. Keduanya kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Budi Rahayu untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/9) malam. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan kepada kedua korban. Sementara itu, sekelompok remaja yang diduga mengejar korban disebut langsung melarikan diri dari lokasi.

Bacaan Lainnya

Kejadian tersebut kembali menjadi sorotan terkait keamanan di sejumlah wilayah Kota Pekalongan. LSM Robin Hood 23 menilai perlu ada perhatian serius terhadap dugaan aktivitas geng motor maupun kelompok remaja yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.Rabu (09/09/26).

“Ini harus menjadi perhatian bersama. Kami melihat ada sejumlah kejadian seperti penusukan di terminal, penjarahan dan pengeroyokan. Kami berharap kasus-kasus tersebut dapat segera diungkap dan pelakunya ditangkap apabila memang terbukti melakukan tindak pidana,” ujar Arif dari LSM Robin Hood 23.

Arif juga meminta Pemkot Pekalongan meningkatkan penerangan di sejumlah lokasi yang dinilai minim pencahayaan. Menurutnya, kondisi jalan yang gelap dapat meningkatkan kerawanan tindak kejahatan.

“Seperti di belakang terminal dan Jalan KH Ahmad Dahlan, penerangan perlu ditambah. Jangan sampai tempat yang gelap dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan atau menjadi lokasi berkumpulnya kelompok yang meresahkan masyarakat,” katanya.

Arif mengatakan pihaknya juga akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak kepolisian. Dia berencana mengirimkan surat kepada Kapolri dengan tembusan Kapolda Jawa Tengah, Propam, serta pihak terkait di tingkat pusat.

“Kami meminta Kapolri memberikan perhatian dan jika diperlukan menurunkan tim khusus untuk menangani dugaan maraknya geng motor di Kota Pekalongan. Kami akan mengirimkan surat secara resmi agar persoalan ini mendapat perhatian,” ujar Arif.

Dia berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli dan penindakan terhadap kelompok yang terbukti melakukan tindak pidana, sehingga masyarakat merasa aman.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait indentitas para pelaku.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *