Pemkot Pekalongan Punya TPS3R di Setda, Sampah Kantor Dipilah hingga Bernilai Ekonomi

Pemkot Pekalongan Punya TPS3R di Setda, Sampah Kantor Dipilah hingga Bernilai Ekonomi
Pemerintah Kota Pekalongan mendorong pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya, termasuk di lingkungan perkantoran pemerintahan.Jumaat (04/09/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan mendorong pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya, termasuk di lingkungan perkantoran pemerintahan. Upaya tersebut diterapkan melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Mataram Asri di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Pekalongan, yang menjadi sarana pengolahan sekaligus model penerapan budaya memilah dan mengelola sampah secara mandiri.

Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab mengatakan, keberadaan TPS3R Mataram Asri menjadi wujud nyata bahwa pemerintah tidak hanya memberikan imbauan terkait pengelolaan sampah, tetapi juga menerapkannya di lingkungan pemerintahan.

Bacaan Lainnya

“Harapannya dengan adanya TPS3R di lingkungan Pemkot ini semakin memperkuat pengolahan sampah di Kota Pekalongan. Ini bisa menjadi model bagi masyarakat, bahwa pemerintah tidak hanya memberikan imbauan dan arahan, tetapi juga melakukan pengelolaan sampah secara nyata,” katanya pada peresmian TPS3R Mataram Asri, Jum’at (4/9/2026).

Penerapan pengelolaan sampah dimulai dari setiap ruangan di lingkungan Setda. Sampah dipilah secara mandiri, kemudian dikelola oleh penanggung jawab di masing-masing gedung sebelum disetorkan ke TPS3R Mataram Asri untuk dipilah kembali berdasarkan jenis dan nilai ekonomisnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto menjelaskan, sampah yang masih memiliki nilai ekonomi akan dipisahkan untuk dikelola, sedangkan sampah residu akan ditangani bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Jadi dimulai dari setiap ruangan melakukan pemilahan secara mandiri. Dari masing-masing ruangan dikelola oleh penanggung jawab gedung, kemudian disetorkan ke sini. Di TPS3R akan dikelola lagi mana sampah yang bernilai ekonomis sampai dengan sampah yang bersifat residu,” jelasnya.

Selain pengelolaan sampah, TPS3R Mataram Asri juga dikembangkan untuk mendukung pemanfaatan lingkungan melalui pengolahan kompos, penanaman sayuran, dan budidaya ikan lele. Konsep tersebut diharapkan dapat mendorong penerapan ekonomi sirkular sekaligus menjadikan lingkungan perkantoran lebih produktif.

TPS3R Mataram Asri juga menyediakan program sedekah sampah. Sampah yang disedekahkan dapat disetorkan untuk dikelola, dengan hasilnya diberikan kepada tenaga pengelola TPS3R.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Joko Purnomo menilai, penerapan TPS3R di lingkungan Setda menjadi bagian dari upaya Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) pengelolaan sampah. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus corong edukasi bagi masyarakat.

“Di lingkungan perkantoran itu wajib mengelola sampah secara mandiri dan seminimal mungkin yang dibuang ke TPA adalah residu. Jadi TPS3R skala Setda ini juga menjadi bagian dari edukasi dan praktik pengelolaan sampah,” ungkapnya.

TPS3R Mataram Asri diperkirakan mampu mengelola sekitar satu ton sampah per bulan, terutama sampah dedaunan dan sisa kegiatan perkantoran. Untuk sementara, pengelolaan difokuskan pada sampah di lingkungan Setda, sebelum nantinya berpotensi diperluas ke OPD di sekitar kawasan Mataram.

Dengan keberadaan TPS3R Mataram Asri, Joko menyebutkan Kota Pekalongan kini memiliki 24 TPS3R yang menjadi bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah dan menekan jumlah sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *