September Diprediksi Puncak Kemarau, BPBD Pekalongan Antisipasi Krisis Air

September Diprediksi Puncak Kemarau, BPBD Pekalongan Antisipasi Krisis Air
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau.Jumaat (04/09/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada September 2026. Langkah antisipasi dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami penurunan ketersediaan air.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pekalongan, Joko Nugroho, mengatakan berdasarkan informasi dari BMKG, sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada September 2026 masih didominasi kondisi panas dan kering dengan sifat hujan kategori bawah normal. Kondisi tersebut juga meningkatkan potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah.

Bacaan Lainnya

“Untuk September ini, berdasarkan rilis BMKG, sebagian besar wilayah Jawa Tengah mengalami puncak hingga kelanjutan musim kemarau. Sifat hujan bulanan diprediksi bawah normal, sekitar 0-20 milimeter,” terang Joko saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/9/2026).

Untuk Kota Pekalongan, lanjutnya, berdasarkan peta BMKG juga masuk dalam wilayah dengan prediksi curah hujan kategori bawah normal. Kondisi tersebut diperkirakan membuat September berpotensi lebih kering dibandingkan Agustus yang masih sempat terjadi hujan meskipun tidak merata.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Pekalongan berkoordinasi dengan Perumda Air Minum Tirtayasa (PDAM) serta Polres Pekalongan Kota untuk mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Sejumlah wilayah di Kecamatan Pekalongan Utara menjadi perhatian, di antaranya Panjang Wetan, Kandang Panjang, Panjang Baru, Padukuhan Kraton, dan Pasirkratonkramat.

“Kami berkoordinasi dengan Perumda Tirta Yasa dan Polres. Armada BPBD juga standby untuk mendukung suplai air bersih ke kelurahan-kelurahan yang terindikasi sumber air tanahnya mulai berkurang,” jelasnya.

Menurutnya, BPBD Kota Pekalongan saat ini memiliki satu armada tangki bantuan dari BNPB dengan kapasitas 3.000 liter atau 3 meter kubik. Distribusi air akan dilakukan secara situasional berdasarkan kebutuhan dan aduan masyarakat, terutama ketika pasokan air PDAM mengalami penurunan pada jam-jam tertentu.

Joko mengimbau masyarakat turut berperan dalam menghadapi musim kemarau dengan menghemat penggunaan air dan menyiapkan tandon sebagai cadangan. Masyarakat juga diingatkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang cenderung meningkat saat kondisi kering.

“Untuk musim kemarau, paling tidak masyarakat menghemat penggunaan air dan menyiapkan tandon air cadangan. Selain mengantisipasi kekurangan air, kita juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran,” tegasnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah di dekat permukiman, mematikan peralatan elektronik serta mencabut sakelar atau stop kontak ketika meninggalkan rumah. Khusus saat memasak, masyarakat juga diminta tidak meninggalkan kompor atau peralatan memasak dalam kondisi masih menyala.

“Dengan kesiapsiagaan bersama antara pemerintah, petugas, dan masyarakat, diharapkan dampak musim kemarau dapat diantisipasi sehingga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi dan potensi bencana dapat diminimalkan,”pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *