Kombes Pol Warsono Dorong Warga Batang Tak Jadi Penonton di Tengah Pesatnya Perkembangan KITB

Kombes Pol Warsono Dorong Warga Batang Tak Jadi Penonton di Tengah Pesatnya Perkembangan KITB
Kombes Pol Warsono menghadiri kegiatan Jumat Curhat di Mako Polsek Subah, Kabupaten Batang, Jumat (4/9/2026).

PANTURA24.COM,BATANG – Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dan komunikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pesan tersebut disampaikan Kombes Pol Warsono saat menghadiri kegiatan Jumat Curhat di Mako Polsek Subah, Kabupaten Batang, Jumat (4/9/2026). Kegiatan itu menjadi wadah silaturahmi dan komunikasi antara kepolisian dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kombes Pol Warsono mengatakan, program Jumat Curhat merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah berjalan sebelumnya. Forum tersebut dinilai penting untuk menyerap informasi sekaligus mengetahui berbagai persoalan yang terjadi secara langsung di tengah masyarakat.

“Program Jumat Curhat sebagai wadah silaturahmi. Kegiatan ini wujud kolaborasi dan sinergitas serta komunikasi dengan unsur-unsur terkait,” kata Kombes Pol Warsono.

Ia menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman dan kondusif.

Ia menyebut perbandingan jumlah polisi dengan masyarakat di Kabupaten Batang mencapai sekitar 1:1.000. Kondisi tersebut membuat kepolisian membutuhkan dukungan masyarakat dalam menjaga keamanan di wilayah.

Karena itu, ia meminta tiga pilar, yakni pemerintah, TNI, dan Polri, semakin aktif membangun sinergi, kolaborasi, serta komunikasi hingga tingkat wilayah.
“Modal awal wilayah agar semua kegiatan berjalan adalah aman. Saya berharap seluruh wilayah di Kabupaten Batang aman, jangan ada wilayah yang tidak aman karena akan berdampak ke wilayah yang lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Warsono juga menyoroti perkembangan Kabupaten Batang yang semakin pesat, salah satunya dengan keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Menurutnya, perkembangan industri membawa dampak positif sekaligus tantangan baru bagi masyarakat. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi hal penting agar masyarakat mampu menyesuaikan diri dan mengambil peluang dari pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sekarang Batang menjadi ikon pusat ekonomi. Oleh sebab itu mari kita tingkatkan SDM kita dan harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan,” katanya.

Kombes Pol Warsono meminta masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan kawasan industri. Peningkatan kemampuan dan keterampilan dinilai penting agar masyarakat lokal dapat ikut menikmati peluang ekonomi yang muncul.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah persoalan masyarakat turut disampaikan. Salah satunya mengenai aktivitas jembatan timbang yang dinilai mengganggu akses menuju gereja.

Pendeta Stefanus Yadi menyampaikan, jembatan timbang setiap hari sekitar pukul 09.30 WIB dan 16.30 WIB ditutup sehingga menimbulkan antrean kendaraan. Sejumlah kendaraan kemudian parkir di depan gereja dan mengganggu aktivitas.

Menanggapi keluhan tersebut, Kombes Pol Warsono meminta Kapolsek Subah bersama Satuan Lalu Lintas berkoordinasi dengan pengelola jembatan timbang terkait jam operasional.

“Laksanakan koordinasi dengan jembatan timbang tentang jam operasionalnya supaya tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan lain dan membahayakan pengguna jalan. Saya tunggu progres,” tegasnya.

Keluhan lain disampaikan Kepala Desa Kumejing Ahmad Yusuf. Ia mengatakan perkembangan KITB telah memberikan dampak positif berupa penyerapan tenaga kerja. Namun, meningkatnya aktivitas kendaraan juga membuat lalu lintas di jalur Pantura semakin padat.

Ia mengusulkan pemasangan lampu lalu lintas di simpang tiga Wuni, Tenggulangharjo melalui Musrenbang. Selain itu, aktivitas pekerja yang menggunakan jalur permukiman juga dinilai berpotensi menimbulkan konflik dengan warga.

Warsono meminta jajarannya mengecek lokasi tersebut. Ia juga memerintahkan personel melakukan pengamanan pada pagi dan sore hari untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas serta melakukan rekayasa lalu lintas jika diperlukan.

“Nanti saya komunikasikan dengan pimpinan perusahaan di KITB agar diatur keluar masuknya jam karyawan dan dapat dibuatkan jalur khusus ke KITB,” ujarnya.
Selain persoalan lalu lintas, Kombes Pol Warsono menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama.

Masyarakat diminta mempertahankan toleransi dan keberagaman sebagai bagian dari kehidupan di Kabupaten Batang.
Usai kegiatan Jumat Curhat, Warsono bersama rombongan melaksanakan salat Jumat di Masjid Nurul Iman, Dukuh Gembyang, Desa Kalimanggis, Kecamatan Subah. Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Warsono bertindak sebagai imam.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial kepada sejumlah warga di sekitar masjid. Bantuan diberikan kepada Untung (65), Adelia Faranisa Aznii (9), dan Basari (67).

Melalui kegiatan tersebut, Polresta Batang berharap komunikasi antara kepolisian dan masyarakat semakin terbuka sehingga berbagai persoalan di wilayah dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *