PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan strategi pemasaran dan digital marketing yang digelar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan di Aula Dindagkop-UKM, Rabu-Kamis (12-13/8/2026). Kegiatan selama dua hari tersebut diikuti 50 peserta dari berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner hingga kerajinan.
Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, mengatakan UMKM menjadi salah satu sektor yang tetap menunjukkan geliat positif dan berperan penting dalam menjaga aktivitas perekonomian masyarakat. Terlebih, karakter masyarakat Kota Pekalongan yang gemar kuliner menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk terus berkembang.
“Alhamdulillah ada 50 peserta dari berbagai macam usaha, ada yang usaha cendol, UMKM kerajinan, dan sebagainya. Salah satu sektor yang masih bertahan sekarang ini sebetulnya mikro atau UMKM. Karakter masyarakat Kota Pekalongan juga senang jajan dan makan di luar kalau malam, jadi secara geliat ekonomi masih berjalan,” ujar Wali Kota Aaf.
Menurutnya, peluang tersebut perlu diikuti dengan penguatan kemampuan pemasaran agar produk UMKM tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi mampu menjangkau konsumen lebih luas.
“Ini tinggal kita dorong untuk mereka biar bisa digital marketing, lebih luas memasarkan produknya. Kemudian tahapannya juga di kemasan, nanti sertifikasi halal juga kita dorong. Mudah-mudahan pelatihan dua hari ini bisa peserta manfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.
Ia berharap peningkatan kemampuan tersebut dapat membantu UMKM Kota Pekalongan berkembang dan naik kelas.
Sementara itu, Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Wismo Aditiyo, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pengelolaan dan pemasaran usaha.
“Selama dua hari ini Dindagkop-UKM Kota Pekalongan mengadakan pelatihan terkait dengan strategi pemasaran. Di dalamnya termasuk bagaimana cara mereka melakukan manajemen usaha, strategi yang harus mereka lakukan, serta adanya pelatihan untuk digital marketing,” terang Wismo.
Wismo menegaskan, kemampuan memanfaatkan teknologi digital kini menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha karena perilaku konsumen semakin dekat dengan platform digital.
“Ketika kita berbicara masalah dunia digital, sekarang ini sudah tidak bisa kita elakkan lagi. Hakikatnya, pasar itu sudah berada di dalam genggaman, di dalam smartphone kita masing-masing. Sehingga inilah yang kami bekalkan kepada mereka agar mampu bersaing di dalam proses roda perekonomian,” jelasnya.
Digital marketing, lanjut dia, juga dapat mempercepat pemasaran tanpa menghilangkan fungsi toko atau tempat usaha yang sudah dimiliki. Selain pemasaran digital, Dindagkop-UKM juga memberikan pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta mendorong pelaku usaha mikro untuk mengikuti sertifikasi halal.
“Kami melakukan pendampingan bagi teman-teman usaha mikro untuk membuat dan mengajukan NIB, sehingga mereka memiliki nomor registrasi untuk kegiatan usaha mereka. Plus juga, kami dorong bagi yang belum memiliki sertifikasi halal untuk bisa mengikuti sertifikasi halal,” ungkap Wismo.
Menurutnya, legalitas dan sertifikasi halal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk.
Melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan tersebut, ia optimistis pelaku UMKM semakin mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kualitas produk, serta tumbuh menjadi usaha yang mandiri dan berdaya saing.
“Kami ingin kemandirian serta kemajuan usaha mikro ini benar-benar bisa naik kelas dan mereka bisa mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang mereka inginkan,” pungkas Wismo.





