PANTURA24.COM,PEKALONGAN – Hobi memelihara merpati yang dimulai sejak duduk di bangku kelas 3 SD mengantarkan Sadat, warga Desa Pesanggrahan, Dukuh Kedungombo, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, memiliki ratusan ekor merpati.
Puluhan tahun berlalu, hobi tersebut tak sekadar menjadi kegiatan mengisi waktu luang. Sadat kini serius menekuni ternak merpati jenis somahan kolong.Minggu (09/08/26).
Perjalanannya dimulai dari sepasang merpati yang dibelinya di pasar. Burung tersebut kemudian dilatih dengan telaten. Jika memiliki kualitas yang bagus, merpati itu dijual dan hasilnya digunakan untuk membeli indukan baru.
Siklus tersebut terus dilakukan hingga jumlah burung yang dipeliharanya kini mencapai ratusan ekor.”Alhamdulillah, sekarang sudah ratusan. Dulu mulai dari sepasang, dilatih, kalau bagus dijual lagi, terus beli lagi,” kata Sadat.
Menurut Sadat, merpati somahan kolong memiliki karakteristik tersendiri. Burung dilatih agar dapat terbang rendah serta jinak dan terbiasa berada di sekitar rumah.
Untuk mendapatkan burung dengan kualitas baik, diperlukan ketelatenan dalam perawatan dan pelatihan. Sadat pun rutin merawat burung-burungnya setiap hari.
Setiap pagi dan sore, ia meluangkan waktu untuk melatih merpati sekaligus membersihkan kandang. Aktivitas tersebut sudah menjadi rutinitas yang dilakoninya selama bertahun-tahun.
Hasil ternaknya pun mulai dikenal oleh para pecinta merpati. Burung hasil ternakan Sadat telah diminati penghobi dari sejumlah wilayah, di antaranya Wiradesa, Banyurip hingga Sorogenen.
Bagi Sadat, merawat merpati bukan hanya soal hobi. Kegiatan tersebut juga menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus produktif.
Kecintaannya terhadap merpati bahkan mulai menular kepada orang-orang di sekitarnya.”Saya juga ikut ternak merpati sekarang,” ujarnya.
Dari hobi yang dimulai sejak kecil, Sadat kini tidak hanya berhasil memiliki ratusan ekor merpati, tetapi juga ikut memperkenalkan dan menumbuhkan minat beternak merpati di lingkungan sekitarnya.





