PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Pekalongan memastikan ketersediaan stok darah hingga Kamis (6/8/2026) masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan pelayanan transfusi darah. Meski demikian, tingginya permintaan dari berbagai rumah sakit membuat perputaran stok darah berlangsung sangat cepat sehingga kebutuhan donor tetap harus dipenuhi secara berkelanjutan.
Berdasarkan data UDD PMI Kota Pekalongan, stok darah tersedia untuk seluruh golongan darah beserta komponen darah, yakni Whole Blood (WB), Packed Red Cell (PRC), PRC Leukodepleted (PRC LD), Thrombocyte Concentrate (TC), dan Fresh Frozen Plasma (FFP). Kondisi ini dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan pelayanan, meski stok dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti permintaan.
Petugas Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (PPDS) UPD PMI Kota Pekalongan, Muhammad Fahmi, menjelaskan bahwa meningkatnya kebutuhan darah tidak selalu tercermin dari pasien yang ditangani langsung oleh PMI. Sebagian besar permintaan berasal dari mekanisme dropping ke rumah sakit yang telah memiliki Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), sehingga PMI hanya mengirimkan darah, sedangkan pemeriksaan hingga penggunaan pada pasien dilakukan oleh rumah sakit.
“Paling banyak sebenarnya darah dropping ke rumah sakit. Kalau rumah sakit sudah memiliki BDRS, pemeriksaannya dilakukan secara mandiri, kami hanya mengirimkan darah sehingga penggunaan untuk pasiennya tidak kami ketahui,” jelasnya.
Sementara itu, pada rumah sakit yang masih melakukan pemeriksaan kompatibilitas melalui PMI, kebutuhan transfusi darah paling banyak berasal dari pasien penyakit dalam dengan berbagai kasus, seperti Chronic Kidney Disease (CKD), thalasemia, anemia, dan penyakit lainnya. Kebutuhan tersebut kemudian disusul pasien obstetri dan ginekologi, terutama ibu hamil maupun ibu yang menjalani persalinan.
Menurutnya, permintaan darah mulai mengalami peningkatan sejak Juni 2026. Jika pada Mei kebutuhan darah mencapai 1.193 kantong, jumlah tersebut meningkat menjadi 1.424 kantong pada Juni dan masih berada pada angka tinggi dengan 1.337 kantong pada Juli. Sementara rta-rata kebutuhan darah setiap bulan berkisar antara 1.100 hingga 1.200 kantong.
“Normalnya kebutuhan darah kami sekitar 1.100 sampai 1.200 kantong per bulan. Namun mulai Juni permintaannya meningkat cukup signifikan, sehingga perputaran stok menjadi lebih cepat,” tandasnya.
Saat ini UDD PMI Kota Pekalongan memberikan dukungan pelayanan transfusi darah bagi sembilan rumah sakit di Kota Pekalongan dan delapan rumah sakit di wilayah sekitar. Untuk menjaga ketersediaan stok tetap aman, PMI terus menggencarkan kegiatan donor darah mobile di berbagai instansi, perusahaan, dan komunitas sejak awal Agustus.
“Alhamdulillah stok darah di UDD PMI Kota Pekalongan masih aman. Namun karena permintaan dari rumah sakit sedang tinggi, kami terus mengajak masyarakat yang memenuhi syarat untuk rutin mendonorkan darah agar kebutuhan pasien tetap dapat terpenuhi,” pungkasnya.





