Disdik: Seluruh Anak Usia 5-6 Tahun di Kota Pekalongan Sudah Ikut PAUD

Disdik: Seluruh Anak Usia 5-6 Tahun di Kota Pekalongan Sudah Ikut PAUD
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Sherly Imandha, mengungkapkan bahwa jumlah peserta didik PAUD di Kota Pekalongan masih bersifat fluktuatif.Jumaat (07/08/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Kesadaran masyarakat Kota Pekalongan terhadap pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terus meningkat. Hal ini terlihat dari tingginya angka partisipasi anak usia 5–6 tahun yang telah mengikuti PAUD sebagai fondasi awal dalam mendukung keberhasilan pendidikan di jenjang berikutnya.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Sherly Imandha, mengungkapkan bahwa jumlah peserta didik PAUD di Kota Pekalongan masih bersifat fluktuatif.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh perubahan jumlah anak usia 2–6 tahun di masyarakat.”Untuk jenjang PAUD saat ini memang masih sangat fluktuatif. Ada lembaga yang jumlah peserta didiknya tetap, ada yang berkurang, dan ada juga yang bertambah.

Namun, perubahan itu belum terlalu signifikan. Kalau memang jumlah anak usia dua sampai enam tahun di Kota Pekalongan berkurang, otomatis jumlah peserta didik di satuan PAUD juga akan berkurang,” ujar Sherly saat dikonfirmasi pada Jumat (7/8/2026).Di balik kondisi tersebut, Sherly menyebut capaian partisipasi masyarakat justru sangat menggembirakan.

Berdasarkan Rapor Pendidikan, angka partisipasi anak usia 5–6 tahun dalam mengikuti PAUD telah mencapai 100 persen, menunjukkan semakin tingginya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan sejak usia dini.”Kami selalu mendorong Bunda PAUD untuk terus mengampanyekan pentingnya pendidikan anak usia dini.

PAUD merupakan investasi yang sangat menjanjikan. Apa yang kita tanam hari ini, Insyaallah akan kita petik hasilnya ketika anak-anak tumbuh dewasa nanti,” katanya.Sherly menyebut, saat ini, terdapat 266 lembaga PAUD yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Pekalongan dengan berbagai pilihan layanan.

Mulai dari lembaga yang memiliki fasilitas lengkap hingga PAUD dengan biaya yang sangat terjangkau, sehingga masyarakat dapat memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan. Ia berharap masyarakat tidak lagi menjadikan biaya sebagai alasan untuk tidak menyekolahkan anak di PAUD. “Masih ada lembaga yang menerapkan SPP harian, sekitar Rp2.000, Rp3.000, hingga Rp4.000.

Jadi sebenarnya PAUD tidak selalu mahal. Kami berharap seluruh orang tua dapat memanfaatkan layanan PAUD yang tersedia demi memberikan bekal terbaik bagi tumbuh kembang anak,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *