PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf melantik dan mengukuhkan 14 pejabat yang terdiri atas kepala sekolah dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan. Pelantikan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Kamis (6/8/2026), sebagai langkah memperkuat kinerja pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan bencana.
Wali Kota Aaf menjelaskan, pelantikan tersebut merupakan bagian dari proses penataan organisasi sekaligus mengisi sejumlah jabatan kepala sekolah yang sebelumnya masih dijabat pelaksana tugas (Plt). Ia menyebut, proses pengangkatan kepala sekolah kini harus melalui mekanisme seleksi sesuai kebijakan terbaru dari pemerintah pusat.
“Alhamdulillah prosesnya sudah selesai. Harapannya kekosongan jabatan di sekolah dapat segera terisi sehingga target kita untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan pendidikan bisa tercapai,” ujar Wali Kota Aaf.
Selain memperkuat tata kelola sekolah, ia menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi perkembangan peserta didik. Menurutnya, pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua agar pengawasan dan pembinaan anak dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Komunikasi yang intensif antara kepala sekolah, guru, guru bimbingan konseling, dan orang tua dapat membantu mengembangkan potensi siswa sekaligus mengatasi berbagai kendala yang dihadapi peserta didik sejak dini. Dengan kolaborasi tersebut, kualitas pendidikan di Kota Pekalongan diharapkan semakin meningkat,”tegasnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Pekalongan, Rusmani Budiharjo, menjelaskan bahwa pelantikan kali ini meliputi rotasi delapan kepala sekolah, tiga pejabat fungsional administrator kesehatan di Dinas Kesehatan, serta tiga pejabat fungsional analis kebencanaan di BPBD, sehingga total terdapat 14 pejabat yang dilantik.
Menurut pria yang akrab disapa Didik tersebut, rotasi kepala sekolah juga menjadi bagian dari penyesuaian kebutuhan organisasi. Setelah rotasi dilakukan, sejumlah jabatan kepala sekolah yang masih kosong akan diisi melalui mekanisme seleksi calon kepala sekolah sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Saat ini, Pemerintah Kota Pekalongan juga telah memfasilitasi proses seleksi bagi 13 calon kepala sekolah,”ungkapnya.
Adapun pejabat yang dilantik terdiri atas 8 kepala sekolah, yakni Sukardi, S.Pd. sebagai Kepala SMP Negeri 2 Kota Pekalongan; Qurratiani, S.Si. sebagai Kepala SMP Negeri 8; Yeti Eka Erawati, S.Pd., M.Pd. sebagai Kepala SMP Negeri 7; Dwiani Arbiyanti, S.Pd. sebagai Kepala SMP Negeri 17; Suwartini, S.Pd. sebagai Kepala SD Negeri Keputran 6; Sri Hartanti, S.Pd., SD. sebagai Kepala SD Negeri Poncol 1; Yeni Fisnani, S.Pd., SD. sebagai Kepala SD Negeri Poncol 2; dan Inggit Prasetio Utami, S.Pd., M.Pd. sebagai Kepala SD Negeri Panjang Wetan 1.
Selain itu, 3 Administrator Kesehatan yakni Samsiyah Ratnawati, S.Kep., Ns., Hendra Adi Prasetya, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Citra Hanwaring Puri, S.Psi., serta 3 Analis Kebencanaan BPBD melalui penyesuaian/inpassing, yaitu A. Syaifudin Abdul Jabar, A.ST., Pipin Widyawati, S.Sos., dan Wahyu Indriastuti, S.T., M.T.





