Kota Pekalongan Sambut Program Pendidikan Perkoperasian di Seluruh Jenjang Sekolah

Kota Pekalongan Sambut Program Pendidikan Perkoperasian di Seluruh Jenjang Sekolah
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan, Wismo Adityo.Rabu (29/07/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menerapkan program insersi pendidikan perkoperasian pada tahun ajaran baru sebagai upaya menanamkan pemahaman tentang koperasi sejak usia sekolah. Program tersebut menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai SD, SMP hingga SMA/sederajat, baik di lingkungan Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Agama.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan, Wismo Adityo mengatakan, Jawa Tengah menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengintegrasikan materi perkoperasian ke dalam pembelajaran di sekolah. Program ini tidak menambah mata pelajaran baru, melainkan disisipkan pada mata pelajaran yang telah ada sehingga dapat diterapkan tanpa membebani peserta didik.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, langkah tersebut merupakan strategi jangka panjang untuk membangun literasi dan budaya berkoperasi sejak dini. Dengan mengenal nilai, prinsip, dan manfaat koperasi di bangku sekolah, generasi muda diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap peran koperasi dalam mendukung perekonomian masyarakat.

“Melalui program ini, kami berharap akan lahir insan-insan koperasi dari generasi muda yang nantinya siap melanjutkan estafet dan mengembangkan gerakan koperasi di masa depan. Ini merupakan program yang sangat baik karena pendidikan perkoperasian dapat diberikan tanpa harus menambah mata pelajaran baru, tetapi menjadi bagian dari materi pembelajaran yang sudah ada,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan pendidikan perkoperasian sejak usia dini menjadi salah satu upaya menciptakan regenerasi pelaku koperasi yang mampu menjawab tantangan perkembangan ekonomi di masa mendatang, sekaligus memperkuat eksistensi koperasi sebagai salah satu pilar perekonomian nasional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *