PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan terus mendapat respons positif dari masyarakat. Hal itu terlihat dari tingginya antusiasme peserta mengikuti pelatihan bakery yang diselenggarakan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Nisfisano Pekalongan pada Sabtu-Minggu (25–26/7/2026). Selain membekali peserta dengan kemampuan membuat roti premium, pelatihan ini juga memberikan bekal kewirausahaan sebagai langkah mendorong lahirnya pelaku usaha baru.
Kepala LPK Nisfisano Pekalongan, Nakiroh, menyebutkan dua kelas yang dibuka masing-masing diikuti sekitar 35 peserta. Sebagian besar merupakan pemula yang ingin mempelajari keterampilan bakery sebagai bekal membuka usaha maupun meningkatkan pendapatan keluarga.
“Antusias peserta sangat tinggi. Mayoritas merupakan pemula yang ingin belajar dari dasar. Setiap peserta membuat adonannya sendiri sehingga benar-benar memahami proses pembuatan roti. Hasil praktik juga dapat dibawa pulang sebagai bahan evaluasi sekaligus contoh produk,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mempraktikkan pembuatan 10 jenis roti premium, di antaranya roti pisang cokelat keju, caterpillar sausage, roti abon mayo, danish peanut butter, hingga bun cokelat. Metode pembelajaran menggunakan sistem satu peserta satu adonan sehingga seluruh peserta memperoleh pengalaman praktik secara langsung.
Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali modul resep, materi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), strategi penentuan harga jual, hingga layanan konsultasi pascapelatihan. Menurut Nakiroh, pembekalan tersebut penting agar peserta tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki kesiapan dalam mengelola usaha secara mandiri.
“Kami ingin peserta tidak hanya bisa membuat roti, tetapi juga memahami cara menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, dan memiliki keberanian untuk memulai usaha. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi keluarga,” katanya.
Melihat tingginya minat masyarakat, LPK Nisfisano berencana kembali membuka kelas bakery dengan materi floss roll abon mayo. Selain itu, lembaga tersebut juga tengah menyiapkan kelas tata busana dan kelas hantaran sebagai alternatif pelatihan keterampilan bagi masyarakat.
Pelatihan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Pekalongan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kompetensi dan keterampilan masyarakat. Kehadiran lembaga pelatihan kerja seperti LPK Nisfisano diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten sekaligus melahirkan wirausaha baru, sehingga mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan perekonomian keluarga, serta mendukung upaya penurunan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Pekalongan.





