Viral Dugaan Ulat pada Menu MBG, SPPG Kauman 2 Tegaskan Makanan Bukan Berasal dari Dapurnya

Viral Dugaan Ulat pada Menu MBG, SPPG Kauman 2 Tegaskan Makanan Bukan Berasal dari Dapurnya
SPPG Kauman 2 saat itu terdiri atas buah pisang, sapo ayam, tahu sutra, serta sayur wortel dan pakcoy.Senin (22/06/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Viral di media sosial dan sejumlah pemberitaan mengenai dugaan adanya ulat pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan perhatian masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kauman 2, Arfyansyah, menegaskan bahwa makanan yang menjadi sorotan publik bukan berasal dari dapur SPPG Kauman 2 di Jalan Toba, Kelurahan Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur.

Bacaan Lainnya

Arfyansyah mengatakan, menu MBG yang didistribusikan pihaknya pada Kamis (18/6/2026) berbeda dengan makanan yang beredar dalam pemberitaan. Menu yang disiapkan SPPG Kauman 2 saat itu terdiri atas buah pisang, sapo ayam, tahu sutra, serta sayur wortel dan pakcoy.

“Yang jelas bukan milik kami. Pada hari Kamis, 18 Juni 2026, menu MBG yang kami distribusikan berbeda dengan yang diberitakan,” kata Arfyansyah.Senin (22/06/2026).

Ia menjelaskan, makanan yang didistribusikan SPPG Kauman 2 ditujukan ke posyandu di wilayah Kecamatan Poncol. Karena perbedaan menu tersebut, pihaknya memastikan makanan yang diduga mengandung ulat bukan berasal dari dapur yang dipimpinnya.

Arfyansyah juga membenarkan adanya kedatangan sejumlah wartawan ke kantor SPPG Kauman 2 pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 13.30 WIB untuk meminta klarifikasi. Namun, menurut dia, terjadi miskomunikasi karena saat itu dirinya tengah disibukkan dengan sejumlah pekerjaan.

Menurut Arfyansyah, jawaban yang disampaikannya kepada awak media saat itu mengacu pada prosedur yang berlaku dalam penyampaian informasi terkait program MBG.

“Memang saat itu kedatangan teman-teman media. Kebetulan saya sedang cukup sibuk, sehingga saya menjawab sesuai prosedur yang berlaku. Jika ingin melakukan klarifikasi secara resmi, harus ada surat rekomendasi dari pihak MBG Jawa Tengah yang berkedudukan di Semarang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arfyansyah memastikan seluruh proses pengolahan hingga distribusi makanan di dapur SPPG Kauman 2 dilakukan sesuai standar keamanan pangan. Pengawasan dilakukan mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga makanan didistribusikan kepada para penerima manfaat.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat sekaligus menghindari kesalahpahaman yang dapat merugikan pihak yang tidak terkait.

“Kami selalu berkomitmen menjaga kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat. Seluruh proses diawasi dan mengikuti standar keamanan pangan yang telah ditetapkan,” kata Arfyansyah.

Sebelumnya Dugaan Temuan seekor ulat pada menu sayur kacang panjang dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada balita melalui Posyandu di Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi perbincangan di media sosial.

Menyusul viralnya informasi tersebut, sejumlah wartawan berupaya meminta klarifikasi kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kauman, Adriansyah. Namun, upaya konfirmasi itu belum membuahkan hasil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *