PANTURA24.COM,BATANG, – Desa Getas, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, sukses menggelar Getas Suro D’Carnaval 1 Suro 2026 pada Minggu (21/6/2026).
Karnaval budaya tahunan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam itu menarik ribuan warga dari Desa Getas maupun wilayah Batang Selatan.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan rute start dan finish di depan Masjid Al Mujahidin Getas.
Puluhan rombongan dari RT dan RW menampilkan beragam atraksi, mulai dari kostum kreatif, drumband, kesenian tradisional, hingga pertunjukan budaya yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat.
Kepala Desa Getas, Agus Widiyono, mengatakan seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif berkat dukungan semua pihak.
“Alhamdulillah kegiatan ini berlangsung aman dan kondusif. Tidak ada kejadian yang menonjol. Warga sangat kooperatif menjaga ketertiban,” ujar Agus.
Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu kunci sukses penyelenggaraan tahun ini.”Kami berharap tahun depan acara ini bisa lebih meriah dan menjadi ikon budaya Desa Getas,” katanya.
Agus juga mengajak generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi sebagai bagian dari identitas masyarakat.
“Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah. Jaga kekompakan dan budaya leluhur,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia Getas Suro D’Carnaval, Fathul Mujib, menjelaskan kegiatan tersebut berawal dari inisiatif Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) Desa Getas.
“Awalnya kegiatan ini bernama Pawai Ta’aruf. Sejak 2017 kami menggagasnya menjadi Suro Carnival agar lebih merangkul tradisi Jawa sekaligus memperingati Tahun Baru Islam,” ungkapnya.
Mengusung tema “Bersinergi Paling Indonesia”, karnaval tahun ini menampilkan ikon khas Desa Getas berupa barongsai dan gunungan hasil bumi sebagai simbol perpaduan seni, budaya, dan potensi masyarakat.”Barongsai dan gunungan hasil bumi merupakan identitas Desa Getas. Itu menjadi simbol sinergi antara seni, budaya, dan hasil bumi warga,” jelas Fathul.
Menurut Fathul, keberhasilan acara juga tidak lepas dari dukungan aparat kepolisian, Banser, dan Pagar Nusa yang membantu pengamanan selama kegiatan berlangsung.”Alhamdulillah acara berjalan sukses. Ribuan pengunjung dapat diatur dengan baik sehingga suasana tetap aman dan kondusif. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Getas dan semua pihak yang telah berpartisipasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski penyelenggaraan tidak mengutamakan kompetisi, semangat kebersamaan dan totalitas warga menjadi kesan paling berharga dalam pelaksanaan Getas Suro D’Carnaval 2026. Menurutnya, kekompakan masyarakat merupakan identitas utama yang ingin terus dipertahankan dalam setiap penyelenggaraan acara budaya tersebut.






