PANTURA24.COM,PEKALONGAN – Semangat membangun kembali kejayaan pariwisata Kabupaten Pekalongan menguat dalam gelaran Press Tour Linggo Asri yang berlangsung di kawasan wisata Linggo Asri, Kajen, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang mempertemukan jurnalis, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu menjadi wadah mempererat kolaborasi sekaligus menyatukan komitmen untuk mengembangkan potensi wisata daerah secara berkelanjutan.
Di tengah suasana kebersamaan, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, menegaskan bahwa kemajuan sektor pariwisata tidak dapat dicapai hanya melalui peran pemerintah semata. Menurutnya, keberhasilan pembangunan destinasi wisata membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Mengangkat Potensi Wisata Linggo Asri, Mempererat Silaturahmi Jurnalis, Ormas, dan LSM untuk Menjaga Kondusivitas serta Membangun Kabupaten Pekalongan yang Lebih Maju” itu dinilai menjadi langkah penting dalam membangun kesamaan persepsi dan semangat gotong royong untuk memajukan pariwisata daerah.
Sukirman menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini menunjukkan kepedulian terhadap perkembangan sektor pariwisata. Ia menilai kritik, saran, maupun perhatian yang diberikan masyarakat merupakan bentuk partisipasi positif yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam mempercepat pembenahan dan pengembangan destinasi wisata.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan, masukan, bahkan kritik dari masyarakat merupakan energi yang sangat berharga untuk mendorong perubahan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas dan transparan. Menurutnya, wartawan, ormas, maupun LSM memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus membantu mencarikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman turut menyoroti pentingnya peran media massa dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata. Selain menginformasikan berbagai tantangan yang masih dihadapi, media diharapkan mampu mengangkat potensi, keunggulan, dan daya tarik wisata Kabupaten Pekalongan secara seimbang sehingga mampu memperluas promosi daerah dan menarik minat wisatawan maupun investor.
Di era digital, lanjutnya, promosi melalui media sosial menjadi instrumen yang tidak kalah penting. Kolaborasi antara pemerintah, media, komunitas, dan masyarakat diyakini dapat memperkuat citra destinasi wisata serta menjangkau pasar yang lebih luas.
Tak hanya fokus pada promosi, Sukirman juga mengajak ormas dan LSM untuk turut berperan dalam membuka peluang investasi di sektor pariwisata. Dengan jaringan yang dimiliki, berbagai elemen masyarakat dinilai dapat membantu memperkenalkan potensi daerah kepada calon investor. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui pelayanan yang mudah, transparan, dan bebas dari praktik yang menghambat dunia usaha.
Menurutnya, masuknya investasi akan mempercepat pengembangan kawasan wisata, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Optimisme terhadap masa depan pariwisata Kabupaten Pekalongan pun mengemuka dalam forum tersebut. Sukirman meyakini bahwa dengan dukungan DPRD, media, ormas, LSM, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, sektor pariwisata mampu menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
“Yang terpenting adalah menjaga kebersamaan dan memiliki tujuan yang sama untuk memajukan Kabupaten Pekalongan. Ketika semua pihak bersinergi, pengembangan pariwisata akan berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, menegaskan bahwa kemajuan industri pariwisata sangat bergantung pada terciptanya kondisi daerah yang aman, nyaman, dan harmonis. Menurutnya, stabilitas sosial serta kerukunan antarwarga menjadi modal utama dalam menarik kunjungan wisatawan dan menciptakan iklim investasi yang positif.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, media, hingga pelaku usaha, untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat toleransi demi mendukung pembangunan daerah.
“Daerah yang aman dan kondusif akan lebih mudah berkembang, termasuk di sektor pariwisata. Karena itu, menjaga kerukunan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Press Tour Linggo Asri turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rosul, Pengelola Kafe Linggo Asri Raharjo, Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Mores Irson, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Supriyadi, Plt. Camat Kajen Farid Khakim, serta puluhan jurnalis, perwakilan ormas, dan LSM dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan seluruh komponen masyarakat dalam mengoptimalkan potensi wisata daerah. Linggo Asri pun diharapkan menjadi salah satu simbol kebangkitan pariwisata Kabupaten Pekalongan menuju sektor yang lebih maju, kompetitif, dan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.





