PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN, – Warga di sekitar Jalan Toba, Kelurahan Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, mengeluhkan dugaan pencemaran limbah cair yang berasal dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keluhan tersebut mencuat setelah sebuah video yang beredar di grup WhatsApp warga menunjukkan adanya aliran limbah cair yang diduga mengalir ke selokan permukiman. Warga menyebut kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Saat ditemui awak media di lokasi pada Sabtu (13/6/2026), Kepala SPPG Kauman Pekalongan Timur berinisial R membenarkan adanya persoalan terkait pengelolaan limbah tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa pihak pengelola telah berkoordinasi dengan warga untuk mencari solusi.
“Kami sudah bermusyawarah dengan warga. Untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga segera akan diganti,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa langkah penanganan, termasuk pembersihan saluran yang terdampak, telah dilakukan sehingga kondisi saat ini dinilai lebih baik dibanding sebelumnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aliran limbah cair terlihat masuk ke saluran air di lingkungan permukiman warga. Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab munculnya bau tidak sedap yang dikeluhkan masyarakat sekitar.
Salah seorang warga berinisial C mengaku terganggu dengan aroma yang berasal dari saluran air di depan rumahnya. Menurut dia, bau tersebut cukup menyengat dan sering tercium hingga ke area teras rumah.
“Limbahnya bau. Di depan teras rumah saya baunya terasa sekali. Saya merasa terganggu, apalagi kalau sedang duduk di depan rumah,” kata C.
Ia mengaku telah menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak pengelola dapur SPPG dan meminta mereka mengecek langsung kondisi saluran yang berada di depan rumahnya,”Katanya tidak terlalu bau. Saya minta mereka mencium langsung bau dari selokan di depan rumah saya,” ujarnya.
C berharap pengelolaan limbah dari dapur SPPG dapat dilakukan secara lebih baik agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun kenyamanan warga.
Menurut dia, pembuangan limbah sebaiknya tidak dilakukan ke saluran kecil di lingkungan permukiman karena berpotensi menyebabkan penyumbatan dan memunculkan bau tidak sedap.
Warga berharap rencana perbaikan sistem pengolahan limbah serta penggantian IPAL yang disampaikan pihak pengelola dapat segera direalisasikan sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi.





