Kasus Dugaan Makanan Tak Layak Terulang di Pekalongan, Didik Pramono Usulkan SPPG Disuspend

Kasus Dugaan Makanan Tak Layak Terulang di Pekalongan, Didik Pramono Usulkan SPPG Disuspend
Foto ilustrasi.Sabtu (06/06/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN, – Ketua Bintang Adhiyaksa 23, Didik Pramono, S.H., menyoroti kembali munculnya dugaan menu makanan tidak layak yang beredar di sejumlah media terkait penyediaan makanan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di TK Masyitoh Dekoro, Kota Pekalongan, Sabtu (6/6/2026).

Bacaan Lainnya

Didik menilai informasi yang beredar perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait guna memastikan kebenaran kejadian serta menjamin keamanan makanan yang diberikan kepada anak-anak.

“Saya mempertanyakan peran pengawas dalam kejadian ini.Jika benar terjadi, tentu harus diperhentikan sementara operasional atau suspend.agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujar Didik.

Menurut dia, pihaknya bersama tim akan melakukan klarifikasi dan penelusuran terkait dugaan tersebut, termasuk mencari pihak yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan.

“Ini sudah ketiga kalinya kasus serupa mencuat di Kota Pekalongan. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak,” katanya.

Didik menegaskan, dugaan adanya makanan yang tidak layak konsumsi harus menjadi perhatian karena menyangkut kesehatan dan keselamatan peserta didik. Ia meminta instansi berwenang segera melakukan pemeriksaan terhadap proses pengelolaan hingga distribusi makanan yang diduga bermasalah.

Berdasarkan informasi yang beredar, makanan tersebut diduga mengeluarkan bau tidak sedap sehingga membuat sejumlah anak kehilangan selera makan. Temuan itu kemudian menjadi perbincangan di berbagai platform media massa dan medsos.

Menurut Didik, apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya pelanggaran terhadap standar keamanan dan kelayakan pangan, maka pihak penyelenggara perlu diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penghentian sementara operasional atau suspend.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. Persoalan ini perlu ditangani secara serius, terbuka, dan transparan agar tidak terulang kembali,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPPG maupun instansi terkait mengenai dugaan menu makanan tidak layak tersebut. Klarifikasi dari pihak berwenang masih dinantikan untuk memastikan fakta dan kronologi kejadian secara utuh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *