PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi nilai luhur Pancasila diwujudkan Pemerintah Kota Pekalongan melalui penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris peserta dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (2/6/2026), di Taman Wisata Laut (TWL) Pantai Pasir Kencana setempat. Pada kesempatan tersebut, Pemkot Pekalongan menegaskan komitmennya memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sosial keagamaan, seperti takmir masjid dan marbot.
Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan bahwa program perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan telah berjalan selama beberapa tahun terakhir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, banyak warga yang telah merasakan manfaat dari program tersebut sehingga kerja sama antara Pemerintah Kota Pekalongan, BPJS Ketenagakerjaan, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pekalongan terus dilanjutkan.
“BPJS Ketenagakerjaan sudah kita laksanakan beberapa tahun ini. Alhamdulillah banyak manfaat yang sudah dirasakan oleh warga. Kerja sama ini menguntungkan semua pihak dan manfaatnya juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Mudah-mudahan program ini terus berjalan dan menjadi berkah bagi kita semua,” ujar Wali Kota Aaf.
Ia mengungkapkan, kolaborasi yang terjalin dengan Baznas juga menjadi langkah strategis dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja sosial keagamaan yang selama ini turut berkontribusi dalam pelayanan masyarakat di lingkungan masjid dan musala.
Menurut Aaf, Pemerintah Kota Pekalongan menargetkan seluruh takmir masjid dan musala di Kota Pekalongan dapat terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini, cakupan kepesertaan diperkirakan telah mencapai sekitar 70 hingga 80 persen.
“Target kita tentu 100 persen. Saat ini tinggal melengkapi pendataan. Yang masih menjadi pembahasan adalah takmir masjid maupun musala yang berada di lingkungan perkantoran, apakah nantinya menjadi tanggungan instansi masing-masing atau fokus pada yang berbasis masyarakat. Hal ini akan kami koordinasikan lebih lanjut bersama BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan, Widhi Astri Aprillia Nia, mengatakan bahwa program perlindungan pekerja keagamaan merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Pekalongan, Baznas Kota Pekalongan, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Menurutnya, pekerja keagamaan seperti marbot dan takmir masjid juga memiliki aktivitas kerja dan risiko yang perlu mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kerja sama ini bertujuan melindungi pekerja keagamaan yang ada di Kota Pekalongan, seperti marbot dan takmir masjid. Mereka juga perlu mendapatkan perlindungan karena memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing,” katanya.
Pada tahap pertama, sebanyak 1.100 pekerja keagamaan didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jumlah tersebut merupakan bagian dari target keseluruhan sebanyak 1.700 pekerja yang akan mendapatkan perlindungan melalui skema pembiayaan dari Baznas Kota Pekalongan.
“Untuk tahap pertama ini ada sekitar 1.100 tenaga kerja yang didaftarkan. Nantinya total ada sekitar 1.700 tenaga kerja yang akan didaftarkan melalui skema pembiayaan dari Baznas,” terang Widhi.
Ia membeberkan bahwa program yang didanai Baznas saat ini difokuskan untuk pekerja keagamaan yang bertugas di masjid dan musala. Namun di luar program tersebut, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan juga telah diberikan kepada berbagai kelompok pekerja lainnya melalui sejumlah skema pembiayaan yang berbeda.
Widhi berharap, semakin luasnya cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat memberikan rasa aman bagi para pekerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka beserta keluarganya.
“Harapannya seluruh pekerja di Kota Pekalongan, baik pekerja keagamaan, pekerja rentan, maupun pekerja penerima upah, dapat terlindungi sehingga kesejahteraan pekerja dan keluarganya juga semakin meningkat,” pungkasnya.
Melalui penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan santunan JKM pada momentum Hari Lahir Pancasila ini, Pemerintah Kota Pekalongan kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan perlindungan sosial yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, dan Baznas diharapkan mampu memperluas manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat Kota Pekalongan.





