Berlangsung Seru, Rizal Bawazier Puji Penyelenggaraan Turnamen Sepak Bola Wanita IPPO Pemalang

Dewan Pakar PKS, Rizal Bawazier memuji penyelenggaraan turnamen sepak bola wanita IPPO di Desa Wanarata, Bantar Bolang, Pemalang, Sabtu (2/12).

Pantura24.com, Pemalang – Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rizal Bawazier,menyaksikan langsung turnamen sepak bola wanita yang berlangsung di Lapangan Desa Wanarata, Kecamatan Bantar Bolang, Kabupaten Pemalang. Turnamen diselenggarakan oleh Ikatan Pemuda Pegiat Olahraga (IPPO) desa setempat.

“Meski terlihat lembut permainannya, ternyata tegang juga. Saya kira sepakbola ini bisa dikembangkan dan saya pikir penontonnya sedikit, ternyata antusiasnya luar biasa. Warga yang nonton tadi banyak juga,” ujar Caleg Dapil X Jateng itu bersemangat.

Bacaan Lainnya

Rizal Bawazier berharap dari turnamen sepak bola wanita yang jarang ada kompetisinya tersebut dapat memunculkan atlet-atlet dari Pemalang yang bisa bertanding di liga profesional hingga bergabung tim nasional.

“Saya sangat mengapresiasi adanya turnamen sepakbola wanita ini. Saya nilai sepakbola wanita ini bisa dikembangkan dan tidak kalah seru dari sepakbola pria,” katanya.

Turnamen bertajuk IPPO Woman Exhibition Football diikuti delapan klub sepakbola wanita dari dalam dan luar kota seperti Wanarata FC, All Star Woman Pegiringan, Bantarbolang FC, Persibu Bulakan, Galanita, Football Traveler (FT) Purbalingga, 168 Angel dan Paradista Pekalongan.

Turnamen sepak bola wanita IPPO tersebut dipertandingkan setiap Sabtu dan Minggu serta dimulai dari 2 Desember hingga 23 Desember 2023.

Ketua panitia turnamen, Heri Setiawan menjelaskan bahwa asal muasal turnamen berasal dari ide yang muncul saat menonton sepak bola wanita yang berlangsung di Batang.

“Inspirasinya dari sepak bola wanita yang sedang booming, saya lihat bagus sekali. Minim sekali akan keributan. Yang utama, menjalin silaturahmi,” jelasnya

Ia menyebut peminat turnamen sepak bola wanita sangat tinggi, tim pesertanya antusias sekali meskipun informasinya disebar hanya lewat media sosial.

“Awalnya peserta turnamen ada 16 tim. Lantaran keterbatasan biaya akhirnya tidak jadi,” ungkap Heri Setiawan

Sementara itu Kepala Desa Wanarata, Elok Rachmawati juga memuji terselenggaranya turnamen sepak bola wanita yang baru pertama kali di desanya.

“Sebelumnya ada turnamen sepakbola itu Kades Cup, pesertanya laki-laki, tapi biasanya berantem. Kalau ini tadi tidak. Mungkin setelah ini Kades Cup juga bisa untuk wanita atau ibu-ibu,” tutupnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *