PANTURA24.COM,PEKALONGAN – Kesal karena jalan rusak bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki pemerintah, puluhan warga Dukuh Totogan, Desa Tlogopakis, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, akhirnya turun tangan. Mereka melakukan perbaikan jalan secara swadaya dan gotong royong, Rabu 21/10/2026.
Aksi gotong royong ini dilakukan warga RT 11 dan RT 12 RW 06 Dukuh Totogan. Dengan semangat kebersamaan, mereka mengecor jalan yang berlubang dan rusak parah yang menjadi akses utama aktivitas sehari-hari warga.
Perbaikan ini murni dari dana swadaya masyarakat. Setiap kepala keluarga sepakat mengumpulkan iuran sebesar Rp 30.000 untuk membeli material pasir dan split. Sementara semen dibelikan oleh salah seorang warga yang peduli lingkungan, Kusnari, sebagai bentuk inisiatif pribadi.
“Ini murni swadaya warga. Pak Kusnari belikan semen, warga lainnya iuran untuk pasir dan split. Kami ingin jalan ini layak dilalui,” ujar salah seorang warga di lokasi.
Meski antusiasme warga sangat tinggi, keterbatasan dana membuat perbaikan yang mampu dilakukan hanya sepanjang sekitar 100 meter. Padahal, kerusakan jalan di dukuh tersebut jauh lebih panjang.
Warga mengaku terpaksa mengambil inisiatif ini karena kondisi jalan sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan. Saat musim hujan, jalan menjadi licin, sehingga rawan menyebabkan kecelakaan bagi pejalan kaki maupun pengendara motor.
“Jalan ini akses utama kami setiap hari untuk ke kebun, ke sekolah, ke pasar. Sudah bertahun-tahun rusak, sudah sering kami usulkan tapi belum ada realisasi dari pemerintah. Daripada menunggu terus dan membahayakan, lebih baik kami perbaiki sendiri sebisanya,” keluh warga lainnya.
Melalui aksi ini, warga Dukuh Totogan berharap pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat melihat semangat gotong royong mereka dan memberikan dukungan bantuan material maupun anggaran agar perbaikan jalan bisa dilakukan secara menyeluruh.
Warga menegaskan, gotong royong hanya mampu menjadi solusi sementara. Untuk perbaikan permanen dan menyeluruh, tetap dibutuhkan intervensi dan perhatian serius dari pemerintah.





