Tekan Angka Kemiskinan, Pemkot Pekalongan Evaluasi Program dan Perkuat Kolaborasi

Tekan Angka Kemiskinan, Pemkot Pekalongan Evaluasi Program dan Perkuat Kolaborasi
Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) tingkat Kota Pekalongan Tahun 2026 yang digelar di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Selasa (20/10/2026).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus mengoptimalkan strategi percepatan penurunan kemiskinan melalui penguatan koordinasi, evaluasi program, dan kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) tingkat Kota Pekalongan Tahun 2026 yang digelar di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Selasa (20/10/2026).

Mewakili Wali Kota Aaf, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto atau akrab disapa Budi, membuka kegiatan tersebut. Ia menyampaikan, rakor ini menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai upaya penanggulangan kemiskinan yang telah dilaksanakan sekaligus menyelaraskan strategi agar lebih efektif dan sesuai dengan target pembangunan daerah.

“Adanya rapat koordinasi ini, seluruh anggota TKPK melakukan pembahasan mengenai kebijakan, capaian program, serta langkah-langkah strategis yang perlu diperkuat untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan,”ucapnya.

Menurutnya, evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan selaras dengan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD).

“Dalam rapat koordinasi ini, kami menyampaikan upaya-upaya yang sudah dilakukan, kebijakan yang telah diterapkan, serta mengevaluasi capaian terhadap prioritas yang sudah ditetapkan dalam RPKD. Harapannya, strategi yang dijalankan semakin terarah sehingga penurunan angka kemiskinan di Kota Pekalongan bisa lebih signifikan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, angka kemiskinan Kota Pekalongan saat ini tercatat sebesar 6,14 persen. Meskipun angka tersebut relatif rendah dibandingkan sejumlah daerah lain, Pemkot tetap perlu memperkuat berbagai intervensi agar capaian penurunan kemiskinan semakin optimal dan mampu bersaing dengan target di tingkat provinsi maupun nasional.

“Dengan langkah yang berkelanjutan dan kolaborasi seluruh pihak, kami optimistis Kota Pekalongan dapat terus menekan angka kemiskinan demi mewujudkan masyarakat yang semakin sejahtera,”tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Pekalongan, Andrianto, menjelaskan bahwa, Pemkot Pekalongan telah menetapkan tiga strategi utama dalam penanggulangan kemiskinan. Ketiganya meliputi pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin, peningkatan pendapatan masyarakat miskin, serta pengurangan kantong-kantong kemiskinan.

“Strategi tersebut dituangkan dalam dokumen RPKD Kota Pekalongan Tahun 2025–2029 sebagai dokumen teknis yang mendukung pelaksanaan pembangunan daerah,”jelas Andrianto.

Ia menambahkan, dari tiga strategi utama tersebut, nantinya dijabarkan berbagai program yang dapat dilaksanakan secara terpadu. Rakor ini melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, lembaga sosial, serta berbagai unsur melalui kolaborasi pentahelix agar upaya penanggulangan kemiskinan bisa berjalan lebih optimal.

Melalui rakor ini, pihaknya berharap, seluruh anggota TKPK dan institusi terkait dapat menindaklanjuti hasil evaluasi dengan program yang konkret, terukur, dan tepat sasaran.

“Sinergi lintas sektor diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap bantuan dan layanan dasar, membuka peluang peningkatan pendapatan, serta mendorong pemerataan kesejahteraan,”tukasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *