PANTURA24.COM,BREBES – Dugaan penyalahgunaan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi sorotan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Aktivitas yang diduga berkaitan dengan pembelian berulang Pertalite dan solar bersubsidi terpantau di SPBU 44.522.10 Kemiriamba, Kecamatan Jatibarang, Selasa malam (18/8/2026).
Pantauan awak media pada sekitar pukul 21.00 hingga 21.35 WIB menunjukkan sejumlah aktivitas yang dinilai tidak lazim dalam proses pengisian BBM bersubsidi. Salah satunya terlihat dari seorang pengendara sepeda motor yang diduga melakukan pembelian Pertalite secara berulang dengan membawa jeriken serta selang penyedot.
Tak jauh dari area SPBU, sejumlah jeriken dan selang berukuran panjang juga terlihat berada di kawasan semak-semak. Peralatan tersebut diduga digunakan untuk menampung BBM yang diperoleh melalui pengisian berulang.
Ketika aktivitas tersebut dikonfirmasi oleh awak media bersama warga sekitar, pengendara yang diduga terlibat tampak panik. Penjelasan mengenai tujuan dan pola pembelian BBM yang disampaikan kepada awak media juga disebut berubah-ubah.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebut aktivitas dugaan pengangsuan Pertalite itu diduga dikoordinasikan oleh seseorang berinisial JK.
Perhatian tidak hanya tertuju pada jalur Pertalite. Aktivitas di jalur pengisian solar bersubsidi juga menjadi sorotan setelah sedikitnya lima truk berukuran besar dengan bak tertutup terpal terlihat mengantre di area pengisian.
Kendaraan-kendaraan tersebut diduga telah mengalami modifikasi pada bagian tangki atau ruang penampungan sehingga mampu membawa BBM dalam jumlah lebih besar.
Sejumlah warga di sekitar lokasi menyebut armada truk tersebut diduga berkaitan dengan seseorang berinisial Baihaqi, yang disebut memiliki latar belakang dari unsur oknum TNI.
Awak media kemudian meminta penjelasan kepada petugas SPBU mengenai aktivitas pengisian BBM pada malam tersebut. Dua petugas yang disebut berinisial IN dan HN memberikan keterangan terkait mekanisme pelayanan.
IN menjelaskan bahwa pengisian dilakukan dengan kapasitas tertentu. “Per tangki itu biasanya seratus ribu,” ujar IN saat diwawancarai.
Sementara HN menerangkan bahwa keberadaan sejumlah truk di lokasi berkaitan dengan antrean kendaraan sebelum proses pengisian.“Ohh nunggu, berarti nunggu. Kita juga melayani pengisian menyesuaikan barcode,” kata HN.
Menurut keterangan petugas, penyaluran BBM dilakukan mengikuti prosedur pelayanan dan menggunakan sistem barcode.
Untuk memastikan ada atau tidaknya penyalahgunaan, sejumlah data dapat menjadi petunjuk penting. Di antaranya rekaman CCTV, riwayat transaksi, pencatatan barcode, identitas kendaraan, frekuensi pengisian, hingga volume BBM yang disalurkan.
Jika ditemukan adanya pola pembelian berulang yang tidak sesuai peruntukan, terutama apabila BBM kemudian ditampung atau didistribusikan kembali, aparat diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan terhadap pihak yang berada di lapangan.
Pihak yang diduga mengatur, mengoordinasikan, atau menerima hasil dari aktivitas tersebut juga perlu ditelusuri. Pola transaksi, kendaraan yang digunakan, jumlah pengisian, penggunaan barcode, serta dugaan alur distribusi setelah BBM meninggalkan SPBU dapat menjadi bagian dari pemeriksaan.
Di sisi lain, manajemen SPBU juga perlu memberikan penjelasan apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran prosedur, lemahnya pengawasan, atau pembiaran terhadap aktivitas yang tidak sesuai ketentuan.
Sebab, BBM bersubsidi merupakan komoditas yang penyalurannya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Karena itu, setiap dugaan penyimpangan dalam distribusinya perlu ditindaklanjuti secara transparan agar subsidi benar-benar diterima oleh kelompok masyarakat yang menjadi sasaran.





