PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, mendorong pelaku UMKM mengembangkan ecoprint sebagai alternatif usaha kreatif yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan. Menurutnya, ecoprint memiliki potensi besar untuk dikembangkan tanpa menggeser batik sebagai identitas Kota Pekalongan.
Hal tersebut disampaikannya saat Pelatihan Ecoprint di Aula Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Rabu (22/7/2026), Inggit menjelaskan, ecoprint memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh dengan biaya produksi relatif terjangkau. Selain itu, setiap karya memiliki motif yang unik sehingga memberikan nilai tambah dan daya tarik tersendiri di pasaran.
“Ecoprint bukan menjadi saingan batik, tetapi menjadi alternatif bagi teman-teman UMKM untuk berkarya dan membuka peluang usaha baru. Setiap hasil ecoprint memiliki karakter yang berbeda sehingga mempunyai ciri khas tersendiri,”. jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan ecoprint tidak hanya ditentukan oleh teknik produksi, tetapi juga kualitas produk dan strategi pemasaran. Karena itu, peserta dibekali pengalaman langsung dari praktisi ecoprint agar mampu meningkatkan kualitas hasil karya sekaligus memperluas peluang pasar.
Inggit berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada pelatihan, melainkan terus dipraktikkan dan dikembangkan menjadi usaha yang mampu menambah pendapatan serta memperkaya ragam produk kreatif UMKM di Kota Pekalongan.





