PANTURA24.COM,SEMARANG – Pemerintah Kota Pekalongan meraih penghargaan sebagai daerah dengan pertumbuhan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) tertinggi tahun 2025 dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam kegiatan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) di Ballroom Hotel PO Semarang, Minggu (11/5/2026).
Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau Aaf, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti bahwa Kota Pekalongan masih dipercaya investor asing sebagai daerah tujuan investasi.
“Alhamdulillah, Kota Pekalongan mendapatkan penghargaan sebagai daerah dengan pertumbuhan realisasi penanaman modal asing tertinggi. Salah satu pendukungnya adalah masuknya investor asal Korea di sektor pengolahan ikan,” ungkapnya.
Aaf menjelaskan, penghargaan tersebut dihitung berdasarkan persentase pertumbuhan investasi. Meski secara nominal terdapat daerah lain dengan nilai investasi lebih besar, namun dari sisi pertumbuhan, Kota Pekalongan menjadi yang tertinggi.
Ia menambahkan, capaian ini tidak lepas dari dukungan masyarakat, pemerintah daerah, dan para investor yang bersama-sama menjaga iklim investasi tetap kondusif.
Pemerintah Kota Pekalongan juga optimistis tren investasi akan terus meningkat pada tahun 2026, salah satunya melalui rencana proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp3–4 triliun.
“Kalau proyek PSEL terealisasi, tentu akan semakin mendorong investasi asing di Kota Pekalongan dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Pekalongan, Ade Suangkat, menyampaikan bahwa realisasi PMA Kota Pekalongan tahun 2025 meningkat hingga 1.207 persen dibanding tahun sebelumnya, dari Rp30,1 miliar pada 2024 menjadi Rp393,7 miliar di tahun 2025.
Pemkot Pekalongan berharap capaian ini semakin memperkuat kepercayaan investor sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.






