Polres Pekalongan Kota Intensifkan Patroli Gabungan, Antisipasi Balap Liar dan Kriminalitas Jalanan

Polres Pekalongan Kota Intensifkan Patroli Gabungan, Antisipasi Balap Liar dan Kriminalitas Jalanan
Polres Pekalongan Kota mengintensifkan patroli gabungan satuan fungsi bersama Polsek jajaran di wilayah hukumnya, Minggu (10/5/2026)

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif pada malam akhir pekan, jajaran Polres Pekalongan Kota mengintensifkan patroli gabungan satuan fungsi bersama Polsek jajaran di wilayah hukumnya, Sabtu malam (9/5/2026) hingga Minggu dini hari. Kegiatan tersebut difokuskan untuk mengantisipasi aksi balap liar, kriminalitas jalanan, hingga potensi gangguan ketertiban umum yang kerap muncul pada malam akhir pekan.

Patroli gabungan diawali dengan apel kesiapan personel yang digelar di depan Pos Exit Tol Setono sekitar pukul 23.00 WIB. Apel dipimpin langsung oleh Kabag SDM Kompol Guritno, S.H. selaku Perwira Pengawas (Pamenwas), serta diikuti Kasat Reskrim, Kapolsek Pekalongan Timur, Kapolsek Pekalongan Selatan, para perwira dan personel gabungan dari berbagai satuan fungsi.

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Kompol Guritno menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel dalam menjalankan tugas pengamanan malam hari. Ia menjelaskan bahwa patroli dilakukan secara terstruktur dengan pembagian wilayah tugas guna memaksimalkan pengawasan di titik-titik rawan terjadinya gangguan Kamtibmas.

“Kegiatan malam hari ini kita bagi menjadi tiga kelompok. Regu 1 di simpang Puskesmas Sokorejo, Regu 2 di simpang SMP 16, dan Regu 3 bertugas di simpang soko duwet,” ujar Kompol Guritno di hadapan peserta apel.

Menurutnya, pembagian regu tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan cukup tinggi, khususnya terhadap aktivitas balap liar dan aksi kriminalitas jalanan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat serta membahayakan pengguna jalan.

Dalam pelaksanaannya, personel gabungan melakukan patroli dialogis dan penjagaan di sejumlah titik strategis. Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan maupun kelompok pemuda yang masih berkumpul hingga larut malam. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini terhadap berbagai potensi pelanggaran hukum maupun tindak kriminal.

“Adapun sasaran patroli meliputi aksi balap liar, tawuran antarkelompok, keberadaan gangster jalanan, kepemilikan senjata tajam, hingga penyalahgunaan narkoba. Kehadiran aparat kepolisian di lapangan diharapkan mampu memberikan efek preventif sekaligus meningkatkan rasa aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari,”tegasnya.

Selain melakukan pengawasan dan patroli, petugas juga mengedepankan pendekatan humanis melalui pemberian imbauan secara simpatik kepada pedagang kaki lima dan kelompok anak muda yang masih berkumpul di sepanjang jalur lambat maupun area rawan kerumunan.

“Laksanakan edukasi secara humanis kepada para pedagang dan anak-anak muda agar segera meninggalkan lokasi tersebut karena dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” imbuh Kompol Guritno.

Ia menambahkan bahwa patroli gabungan tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar turut menjaga ketertiban lingkungan. Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam menciptakan situasi Kota Pekalongan yang aman, nyaman, dan bebas dari gangguan kriminalitas jalanan.

“Kegiatan patroli gabungan yang rutin dilaksanakan oleh Polres Pekalongan Kota tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan kehadiran personel di lapangan secara intensif, diharapkan potensi gangguan Kamtibmas dapat ditekan serta tercipta suasana yang tertib dan kondusif di wilayah Kota Pekalongan,”ungkapnya.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dengan aparat keamanan dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi menimbulkan gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

“Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga keamanan wilayah secara berkelanjutan,” tukasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *