Audiensi IPAL Gacoan di DLH Pekalongan Berlanjut Dugaan Intimidasi Pengacara

Audiensi IPAL Gacoan di DLH Pekalongan Berlanjut Dugaan Intimidasi Pengacara
Didik Pramono.S.H.Jumaat (08/05/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Seorang pengacara bernama Didik Pramono.S.H (44) Tahun mengaku mengalami dugaan teror dan intimidasi setelah mendampingi sejumlah lembaga dalam audiensi terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah makan Gacoan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Senin (4/5/2026).

Didik mengatakan dirinya ditunjuk sebagai kuasa hukum beberapa lembaga yang hadir dalam audiensi tersebut. Dalam pertemuan itu, sejumlah pihak mempertanyakan perizinan hingga sistem IPAL rumah makan Gacoan.

Bacaan Lainnya

“Saya ditunjuk beberapa lembaga sebagai kuasa hukum untuk mendampingi audiensi. Dalam audiensi itu beberapa lembaga mempertanyakan izin, IPAL, dan hal lain terkait Gacoan,” ujar Didik, Jumaat (8/5/2026).

Namun, usai audiensi berlangsung, Didik mengaku mulai mendapat tekanan dan intimidasi dari oknum Aparat. Ia menyebut ada pihak yang menghubunginya dan mengaku memiliki pengaruh di wilayah tersebut.

“Dalam perjalanan dari tanggal 4 Mei 2026 hingga sekarang saya mendapat teror dan intimidasi oleh oknum aparat yang mengatakan bahwa itu yang pegang saya dan daerah saya,” ucap Didik.

Menurut Didik, intimidasi kembali terjadi pada Kamis (7/5/2026) malam melalui pesan singkat dari seseorang oknum aparat,
Dalam pesan tersebut, pengirim mempertanyakan kelanjutan persoalan IPAL Gacoan dan melontarkan kalimat bernada ancaman.

Pengirim juga disebut meminta Didik menghentikan persoalan tersebut.
Didik mengaku telah menjelaskan bahwa dirinya hanya bertindak sebagai kuasa hukum yang mendampingi lembaga dalam audiensi.

Ia juga mempersilakan pihak yang keberatan untuk langsung berkomunikasi dengan lembaga terkait.“Saya menjelaskan bahwa saya hanya kuasa hukum, monggo langsung dengan lembaganya saja. Tetapi malah marah dengan nada tinggi dan mengatakan saya lempar-lempar persoalan,” kata Didik.

Atas dugaan intimidasi tersebut, Didik menyatakan akan menempuh jalur hukum. Dalam waktu dekat ia berencana melaporkan dugaan intimidasi itu ke Polisi Militer di Kota Pekalongan.

“Saya dalam waktu dekat akan membuat surat laporan ke PM Kota Pekalongan terkait dugaan intimidasi kepada saya,” ujar Didik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *