Akibat Cinta Janda 7 Anak, Pak Ogah di Pekalongan Ngaku Dikeroyok 4 Orang hingga Berdarah dan Dirawat di RS

Akibat Cinta Janda 7 Anak, Pak Ogah di Pekalongan Ngaku Dikeroyok 4 Orang hingga Berdarah dan Dirawat di RS
Korban pengeroyokan menunjukkan surat kuasa.Selasa (27/10/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Kisah asmara seorang pria berinisial MR (43), warga Poncol, Pekalongan Timur, berujung dugaan tindak kekerasan. MR mengaku dianiaya oleh empat orang yang disebut sebagai anak-anak dari perempuan yang selama ini menjalin hubungan asmara dengannya. Akibat kejadian itu, MR mengalami luka di bagian wajah hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

MR yang sehari-hari bekerja sebagai pak ogah atau pengatur lalu lintas jalan secara informal mengaku telah menjalin hubungan layaknya pasangan kekasih dengan seorang perempuan berinisial SR, warga Binatur, Pekalongan Barat. Hubungan tersebut disebut telah berlangsung lebih dari enam bulan.

Bacaan Lainnya

Menurut penuturan MR, peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada Jumat (16/10/2026). Saat sedang bekerja, ia mengaku dipanggil untuk datang ke sebuah rumah di kawasan Binatur.

“Saya ini orang kecil, pekerjaan saya hanya pak ogah. Kadang dapat penghasilan, kadang tidak tentu,” ujar MR saat menceritakan kejadian yang dialaminya.Selasa (27/10/26).

MR mengaku awalnya hanya ditanya beberapa hal setelah tiba di rumah tersebut. Namun, situasi kemudian berubah menjadi dugaan aksi kekerasan.

Ia menuturkan, empat orang secara bergantian memukulnya. Bahkan, menurut pengakuannya, ada pelaku yang menggunakan helm untuk memukul dirinya. Akibatnya, hidung MR berdarah dan bagian matanya mengalami pembengkakan.
Tak hanya itu, MR juga mengaku telepon genggam miliknya dirusak dalam kejadian tersebut.

MR turut mengaku tidak diperbolehkan meninggalkan rumah selama beberapa jam. Ia menyebut dirinya berada di dalam rumah tersebut sejak sekitar pukul 08.30 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

Setelah berhasil meninggalkan lokasi, MR mengaku mendatangi rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan atas luka-luka yang dideritanya.

Pada Minggu (18/10/2026), MR menyatakan telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian terdekat. Ia berharap laporan itu ditindaklanjuti dan dugaan tindak pidana yang dialaminya dapat diproses sesuai hukum.

Namun, luka yang dialaminya disebut belum kunjung membaik. Pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, MR kembali dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
Ia baru pulang dari rumah sakit pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Hingga kini, MR mengaku masih merasakan dampak dari kejadian tersebut. Ia berharap pihak kepolisian mengusut dugaan pengeroyokan, penyekapan, serta perusakan telepon genggam yang dilaporkannya.”Saya berharap para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku,” harap MR.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun tanggapan dari pihak yang dituduh terkait kronologi tersebut. Asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *