Kaki Sempat Gemetar Hadapi Api, Siswi SMK Syafi’i Akrom Ikuti Simulasi Pemadaman Kebakaran

Kaki Sempat Gemetar Hadapi Api, Siswi SMK Syafi’i Akrom Ikuti Simulasi Pemadaman Kebakaran
Kota Pekalongan menggelar sosialisasi dan simulasi pencegahan serta penanganan kebakaran bagi 100 siswa SMK Syafi’i Akrom Kota Pekalongan, Rabu (14/10/2026).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Membekali siswa dengan keterampilan menghadapi risiko kebakaran menjadi bagian penting dalam penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), terutama bagi calon tenaga kerja di bidang otomotif. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Pekalongan menggelar sosialisasi dan simulasi pencegahan serta penanganan kebakaran bagi 100 siswa SMK Syafi’i Akrom Kota Pekalongan, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan yang menyasar siswa jurusan teknik kendaraan ringan dan otomotif tersebut memberikan pemahaman mengenai potensi kebakaran di lingkungan bengkel, prosedur penanganan korsleting listrik pada kendaraan bermotor, hingga praktik memadamkan api menggunakan metode tradisional dan modern.

Bacaan Lainnya

Kasi Pencegahan dan Informasi Satpol PP dan Damkar Kota Pekalongan, Falentino Eka Laksana Putra atau akrab disapa Eka, menjelaskan bahwa, edukasi ini penting untuk membangun kesadaran siswa terhadap risiko kebakaran saat bekerja di bengkel. Terlebih, aktivitas perbengkelan memiliki sejumlah potensi bahaya yang perlu diantisipasi melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara konsisten.

Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir pernah terjadi kebakaran bengkel sepeda motor di wilayah Setono dan Grogolan. Kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam menangani bahan bakar, khususnya bensin, serta memastikan instalasi kelistrikan kendaraan dalam kondisi aman.

“Melalui kegiatan ini, kami memberikan pemahaman kepada siswa tentang SOP penanganan ketika terjadi korsleting listrik pada kendaraan bermotor. Harapannya, mereka dapat menerapkan prosedur keselamatan kerja dengan baik ketika nantinya terjun ke dunia industri maupun membuka usaha bengkel sendiri,” jelasnya.

Eka menambahkan, upaya pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menata komponen dan peralatan bengkel secara rapi, menyimpan bahan bakar dalam wadah yang sesuai dan tertutup rapat, serta melakukan pemeriksaan rutin terhadap kabel-kabel kendaraan. Kabel yang terkelupas atau instalasi yang tidak tertata berpotensi menimbulkan korsleting dan memicu kebakaran.

Selain penyampaian materi teori, para siswa juga mengikuti simulasi pemadaman api menggunakan peralatan modern berupa alat pemadam api ringan (APAR) serta metode tradisional dengan kain atau karung goni.

“Praktik tersebut memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengenali peralatan pemadam dan memahami langkah penanganan awal ketika menghadapi api,”ungkapnya.

Kepala SMK Syafi’i Akrom Kota Pekalongan, Slamet Edi, melalui Kepala Kompetensi Teknik Kendaraan Ringan, Gandi Prasetya Wibowo, menyampaikan bahwa, kegiatan simulasi bersama Damkar telah diagendakan secara rutin setiap tahun. Program tersebut menjadi salah satu upaya sekolah dalam menanamkan budaya keselamatan kerja sekaligus meningkatkan kesiapan siswa menghadapi kondisi darurat.

“Simulasi ini rutin kami agendakan setiap tahun agar siswa tidak panik ketika terjadi kebakaran atau korsleting. Mereka diharapkan lebih siap dan tanggap dalam melakukan penanganan awal sesuai SOP yang diberikan oleh tim Damkar, sehingga nantinya ketika lulus bisa menerapkannya di dunia kerja,” tutur Gandi.

Melalui kegiatan ini, ia berharap, para siswa tidak hanya menguasai keterampilan teknis otomotif, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan diri, rekan kerja, dan lingkungan.

“Dengan memahami potensi bahaya serta membiasakan diri menerapkan SOP, mereka sebagai para calon tenaga kerja otomotif diharapkan mampu bekerja secara profesional, tanggap terhadap keadaan darurat, dan turut mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan bengkel,”bebernya.

Antusiasme juga terlihat dari para peserta yang memperoleh kesempatan mempraktikkan langsung teknik pemadaman api. Salah satunya, Nur Zhahrotul Khusna, siswi kelas X Teknik Sepeda Motor (TSM) 2, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui praktik tersebut.

Ia menceritakan, awalnya merasa takut ketika harus berhadapan langsung dengan api, bahkan kakinya sempat gemetar.

“Namun, pengalaman itu justru memberikan kesempatan untuk belajar menghadapi situasi darurat dengan lebih berani dan memahami pentingnya keselamatan,”kata Khusna.

Sementara itu, Azahra Safitri, siswi kelas X TSM 2, mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai penggunaan APAR dan pemadaman api menggunakan kain atau karung goni.”Praktik ini membantu Saya mengenali berbagai cara penanganan awal kebakaran,”tukasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *