PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Kasus kekerasan yang melibatkan sejumlah remaja di wilayah Pekajangan Ambokembang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi sorotan. Seorang remaja berusia 15 tahun meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa. Tiga remaja lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka, satu di antaranya meninggal dunia beberapa hari setelah kejadian.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (9/10) dini hari itu viral di media sosial. Video amatir yang beredar memperlihatkan sejumlah remaja tergeletak dengan kondisi berlumuran darah setelah insiden yang melibatkan massa.
Dugaan keterlibatan pelajar yang disebut-sebut berkaitan dengan kelompok gangster atau geng motor turut menjadi perhatian publik. Namun, dugaan tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum.
Insiden ini kembali memunculkan sorotan terhadap pengawasan aktivitas pelajar, terutama pada malam hingga dini hari, serta upaya pencegahan kekerasan di kalangan remaja.Rabu (14/10/26).
Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Tengah turut memberikan perhatian serius terhadap peristiwa kekerasan yang melibatkan pelajar SMP di wilayah Pekalongan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Tengah, Siti Farida, mendorong Dinas Pendidikan Kota Pekalongan memperkuat pengawasan dan pencegahan kekerasan melalui pembinaan karakter serta koordinasi dengan pihak sekolah, orang tua, dan instansi terkait.
“Pencegahan harus dilakukan secara konsisten, bukan hanya setelah jatuh korban,” demikian penekanan dalam upaya penguatan pengawasan terhadap aktivitas peserta didik.
Pengaturan jam belajar dan kegiatan pelajar, menurut Ombudsman, perlu dibuat secara jelas dan terpantau serta diketahui orang tua. Pengawasan keluarga terhadap aktivitas anak di luar rumah, khususnya pada malam hingga dini hari, juga dinilai perlu diperkuat.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa pencegahan kekerasan di kalangan remaja tidak cukup hanya mengandalkan sekolah. Peran keluarga, lingkungan masyarakat, dan instansi terkait dibutuhkan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Sebelumnya Seorang remaja berusia 15 tahun tewas setelah menjadi korban pengeroyokan massa di wilayah Pekajangan-Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Tiga remaja lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (9/10) dini hari. Video amatir yang beredar di sejumlah platform media sosial memperlihatkan beberapa remaja tergeletak dengan kondisi berlumuran darah setelah insiden yang melibatkan massa.





