Bukan Sekadar Pameran Batik, PBN 2026 Jadi Ajang UMKM Perluas Pasar

Bukan Sekadar Pameran Batik, PBN 2026 Jadi Ajang UMKM Perluas Pasar
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya PBN 2026.Kamis (15/10/26).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Pekan Batik Nusantara (PBN) 2026 menjadi salah satu upaya mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperluas promosi produk unggulan daerah. Digelar di Gapura Nusantara, kawasan Alun-Alun Kota Pekalongan, kegiatan yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 ini menghadirkan beragam produk batik, kerajinan, kriya, hingga kuliner khas dari Kota Pekalongan dan sejumlah daerah lainnya.

Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya PBN 2026 dengan dukungan penuh dari Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM yang mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya kepada masyarakat luas.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, kegiatan ini bisa kita laksanakan di alun-alun dengan dukungan penuh dari Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM. Harapannya, PBN ini bisa menjadi penggerak UMKM. Mudah-mudahan selama penyelenggaraan, seluruh tenant, baik batik, kerajinan maupun kuliner, ramai dikunjungi masyarakat,” tuturnya usai membuka PBN 2026 dalam rangkaian Hari Batik Nasional (HBN), Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, PBN tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga ruang pertemuan bagi pelaku usaha dari berbagai daerah untuk saling mengenalkan keunggulan produknya, membangun jejaring, serta memperkuat sinergi dalam mengembangkan usaha. Hal tersebut terlihat dari keikutsertaan peserta pameran dari luar daerah, di antaranya Makassar, Madiun, dan Pemalang.

Salah satu hal menarik dalam penyelenggaraan tahun ini adalah hadirnya koleksi batik dari Makassar dengan corak yang terinspirasi dari suku Aborigin. Koleksi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung sekaligus memperkaya ragam budaya yang ditampilkan dalam PBN 2026. Keberagaman peserta ini menunjukkan bahwa Pekan Batik Nusantara dapat menjadi ruang apresiasi terhadap kekayaan batik dan kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain batik dan kerajinan, pengunjung juga dapat menikmati beragam kuliner khas Kota Pekalongan, seperti megono dan tauto.

“Kehadiran stan kuliner tersebut diharapkan ikut memberikan peluang usaha bagi pelaku UMKM pangan sekaligus memperkenalkan cita rasa khas Pekalongan kepada pengunjung dari luar daerah,”ungkapnya.

Ia pun mengajak masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya untuk datang bersama keluarga, menikmati berbagai sajian menarik, serta meramaikan pameran hingga hari terakhir penyelenggaraan.

“Silakan masyarakat datang dan meramaikan karena banyak hal baru dan menarik yang bisa dinikmati bersama keluarga. Mudah-mudahan kegiatan ini ramai, sukses, dan sesuai dengan target yang diharapkan,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan, Wismo Aditiyo, menjelaskan bahwa, PBN 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Oktober 2026.

“Sekitar 90 stan turut meramaikan kegiatan PBN tahun ini, dengan beragam produk yang meliputi batik, kriya, kerajinan, produk UMKM lintas daerah, serta aneka kuliner,beber Wismo.

Pembukaan PBN 2026 turut dihadiri Asisten Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi RI, Niken Wulandari, Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Yasin, Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tamu undangan lainnya. Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan tari tradisional dan peragaan busana yang melibatkan Sekretaris Daerah, jajaran asisten Sekda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga para camat.

“Melalui penyelenggaraan PBN 2026, kami berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal produk unggulan daerah dan memberikan dukungan nyata kepada pelaku UMKM dengan berbelanja produk lokal,”tukasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *