PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Aksi perkelahian antarpelajar diduga kembali marak dan mulai meresahkan masyarakat. Fenomena tersebut disebut melibatkan pelajar dari jenjang SMP hingga SMA. Sejumlah video aksi perkelahian bahkan beredar dan menjadi viral di media sosial.
Dari penelusuran terhadap kesaksian salah seorang pelajar yang mengaku pernah terlibat dalam aksi tersebut, perkelahian antarpelajar disebut bukan kejadian spontan. Ajakan untuk bertarung diduga disampaikan melalui kode atau komunikasi tertentu di media sosial.Minggu (04/10/26).
Pelajar tersebut meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengaku mengetahui adanya ajakan bertarung melalui media sosial dan memahami adanya risiko jika aksi tersebut diketahui aparat penegak hukum.
“Ini biasa. Kalau mau tarung pakai kode di medsos. Kalau ada risiko, kalau takut pasti takut ditangkap pihak yang berwajib,” ujar pelajar tersebut.
Yang menjadi sorotan, ia mengaku selama ini merasa aksi tersebut relatif aman karena belum melihat adanya tindakan tegas aparat saat perkelahian berlangsung.”Selama ini aman, tidak ada aparat penegak hukum yang bertindak menangkap saat ada tarung. Aman saja,” katanya sambil tertawa.
Kesaksian tersebut tentu menjadi perhatian serius. Sebab, aksi perkelahian antarpelajar tidak hanya berpotensi menyebabkan luka bagi mereka yang terlibat, tetapi juga dapat membahayakan warga lain yang berada di sekitar lokasi.
Pelajar tersebut juga mengungkap adanya dugaan pola yang terus berulang. Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam aksi tersebut salah satunya dipengaruhi ajakan dari kakak kelas.”Hal ini terjadi karena kami diajak kakak kelas. Sudah turun-temurun begitu,” ujarnya.
Ia juga menyebut para pelajar mengetahui adanya konsekuensi hukum apabila tertangkap. Namun, status mereka yang masih di bawah umur disebut menjadi salah satu hal yang membuat mereka merasa tidak terlalu khawatir.”Kalau kita ditangkap ya akan muncul terus, karena kita masih di bawah umur,” katanya.
Maraknya video perkelahian yang beredar di media sosial pun memunculkan pertanyaan besar: sejauh mana pengawasan terhadap aktivitas pelajar di media sosial dan bagaimana langkah aparat untuk mencegah aksi tawuran sebelum menimbulkan korban?
Masyarakat berharap aparat kepolisian bersama Dinas pendidikan,Sekolah dan orang tua tidak hanya bergerak setelah video perkelahian viral. Upaya pencegahan, pemantauan titik rawan, pembinaan pelajar, serta penelusuran pihak-pihak yang diduga mengorganisasi atau mengajak pelajar bertarung dinilai penting untuk memutus pola yang disebut telah berlangsung berulang.
Terlebih, jika benar terdapat ajakan melalui media sosial dan keterlibatan kakak kelas, persoalannya bukan sekadar perkelahian antarpelajar, melainkan menyangkut pola pembentukan kelompok yang berpotensi membahayakan keselamatan anak-anak dan masyarakat umum.
Polisi diharapkan segera melakukan penelusuran terhadap video-video yang beredar serta mengungkap siapa saja yang terlibat, termasuk pihak yang diduga mengajak atau mengatur aksi perkelahian tersebut.





