DLH Kota Pekalongan Ajak Warga Maksimalkan Potensi Sampah Organik dan Anorganik

DLH Kota Pekalongan Ajak Warga Maksimalkan Potensi Sampah Organik dan Anorganik
Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bank Sampah Unit se-Kota Pekalongan dan Pelatihan Penyadaran Publik Pencegahan Tumbuh dan Berkembangnya Kawasan Permukiman Kumuh di Aula Kantor DLH Kota Pekalongan, Selasa (28/7/2026).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan berkolaborasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Bank Sampah Unit se-Kota Pekalongan dan Pelatihan Penyadaran Publik Pencegahan Tumbuh dan Berkembangnya Kawasan Permukiman Kumuh di Aula Kantor DLH Kota Pekalongan, Selasa siang (28/7/2026). Kegiatan ini bertujuan membangkitkan kembali semangat pengelola bank sampah agar semakin aktif dan produktif dalam mengelola sampah dari tingkat lingkungan.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Pekalongan, Dione Asteria menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi upaya bersama untuk menguatkan kembali bank sampah unit di tingkat RW, baik yang sudah terbentuk maupun yang masih dalam tahap perintisan. Menurutnya, pemilahan sampah anorganik sejak dari sumber menjadi langkah penting dalam mengurangi timbulan sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Bacaan Lainnya

“Melalui kolaborasi ini kami ingin memberikan semangat kembali kepada bank sampah yang sudah ada maupun yang akan dibentuk. Setelah pelatihan ini kami juga akan melakukan pemantauan dan pendampingan agar pengelolaannya terus berjalan dengan baik,” ujar Dione.

Ia mengungkapkan, pelatihan menghadirkan empat narasumber yang membahas manajemen persampahan, pengelolaan bank sampah di tingkat permukiman, pengembangan bank sampah berbasis komunitas, hingga edukasi mengenai berbagai jenis sampah yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dipasarkan melalui Bank Sampah Induk Kota Pekalongan.

“Materi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus meningkatkan keterampilan para peserta,”tuturnya.

Dione menambahkan, sebelumnya Kota Pekalongan telah memiliki 54 bank sampah unit yang terbentuk melalui surat keputusan. Meski sebagian sempat mengalami penurunan aktivitas akibat dampak pandemi COVID-19, masih banyak bank sampah yang tetap aktif. Melalui kegiatan ini, DLH berupaya menghidupkan kembali peran bank sampah sekaligus mendorong pengelolaan sampah organik yang juga memiliki potensi ekonomi.

Salah satu peserta dari KSM Medono Resik, Fahri, mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah. Menurutnya, sampah bukan lagi sekadar masalah, melainkan bahan baku yang belum terpilah dan masih dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai, baik dari sampah anorganik maupun organik.

“Harapan kami masyarakat tidak hanya fokus pada sampah anorganik, tetapi juga mulai mengelola sampah organik yang jumlahnya lebih dari 60 persen di TPA. Potensi ini sangat besar untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual sekaligus membantu mengurangi timbulan sampah di lingkungan,” pungkas Fahri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *