Bunda PAUD Pekalongan Gaungkan “Sumpah Juang”, Edukasi Kelola Sampah Sejak Dini

Bunda PAUD Pekalongan Gaungkan “Sumpah Juang”, Edukasi Kelola Sampah Sejak Dini
Kegiatan Dolan PAUD yang digelar di Kelompok Bermain (KB) Sukses Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kamis (30/5/2026).

PANTURA24.COM,KOTA PEKALONGAN – Suasana penuh keceriaan dan semangat tampak mewarnai kegiatan Dolan PAUD yang digelar di Kelompok Bermain (KB) Sukses Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kamis (30/5/2026).

Mengusung tema inspiratif “Sumpah Juang” atau Sulap Sampah Jadi Uang, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai kepedulian lingkungan sekaligus kreativitas pada anak usia dini.

Bacaan Lainnya

Acara ini dihadiri oleh Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Mabruri, Camat Pekalongan Utara, serta pengurus HIMPAUDI dan IGTKI. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung penguatan pendidikan karakter anak sejak usia dini.

Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan atas dukungan yang diberikan. Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada KB Sukses Degayu sebagai tuan rumah yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan dengan hangat dan penuh persiapan matang.

“Tema ‘Sumpah Juang’ yang diangkat hari ini memiliki makna yang sangat mendalam. Ini bukan sekadar kegiatan, tetapi sebuah gerakan untuk menanamkan semangat juang dalam menjaga bumi demi masa depan anak-anak kita,” ujar Inggit.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa gerakan “Sumpah Juang” bertujuan untuk mengenalkan pendidikan berbasis lingkungan sejak dini. Anak-anak diajak memahami bahwa sampah bukan hanya limbah, melainkan dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai guna bahkan bernilai ekonomi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan Dolan PAUD dengan tema “Sumpah Juang” ini. Menurutnya, persoalan pengelolaan sampah memang harus diajarkan kepada siswa sejak dini dan dimulai dari hal yang paling kecil.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak usia PAUD dikenalkan sejak dini tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar. Ini menjadi langkah strategis untuk menekan permasalahan sampah di masa depan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang bernilai juga memberikan edukasi tentang potensi ekonomi dari barang bekas. Selain itu, proses tersebut secara tidak langsung membentuk karakter anak agar terbiasa menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekitar.

“Jika pemahaman ini ditanamkan sejak dini, anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang peduli lingkungan, tetapi juga kreatif dan mandiri,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga diasah kreativitasnya dalam mengolah barang bekas menjadi produk bernilai. Selain itu, konsep sederhana tentang nilai tambah juga diperkenalkan sebagai bentuk pembelajaran awal kewirausahaan.

Di akhir sambutannya, Inggit berharap gerakan “Sumpah Juang” dapat terus berlanjut dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ia mendorong agar pengelolaan sampah kreatif dapat menjadi bagian dari kurikulum lokal atau kegiatan rutin di seluruh lembaga PAUD di Kota Pekalongan.

“Jika seluruh PAUD bergerak bersama, saya yakin Kota Pekalongan akan menjadi kota yang lebih bersih, asri, dan memiliki generasi penerus yang cerdas serta peduli lingkungan,” pungkasnya.

Kegiatan Dolan PAUD ini pun menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter dapat dikemas secara menyenangkan, edukatif, dan berdampak positif bagi masa depan anak-anak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *